Daily Exspresion

JANGAN LUPA BERDO’A BISMILLAH

  1. “I’m going to miss her too.”

          Ungkapan ini berarti “Saya juga akan merindukan dia,” secara arti lainnya pembicara berusaha menyakinkan bahwa seseorang yang meninggal adalah orang yang sangat baik sehingga akan sangat dirindukan.

 

  1. “Our thoughts and prayers are with you.”

          Berarti di dalam bahasa Indonesia secara harafiah “Pikiran dan doa kami bersama dengan kamu,” yang memiliki makna yang kurang lebih sama, yaitu pembicara ingin menyakinkan seseorang yang berduka bahwa ia terus mendoakannya agar dapat keluar dari permasalahan yang sulit.

 

  1. “I hope you feel surrounded by so much love.”

     Secara harafiah berarti “Saya harap kamu dikelilingi oleh cinta yang luar biasa,” dengan makna yang kurang lebih juga sama dengan arti harafiahnya.

Pembicara ingin menyatakan bahwa ia berharap kehidupan lawan bicaranya setelahnya dikelilingi oleh cinta dan kebahagiaan, agar bisa terlupa atas kejadian sulit dan sedih yang dialaminya pada saat itu.

 

  1. “Holding you close in my thoughts and hoping you’re doing okay.”

     Memiliki arti yang kurang lebih sama dengan kalimat nomor 2 pada artikel ini, kalimat ini memiliki makna bahwa pembicara secara terus menerus menyampaikan doa agar lawan bicara sennatiasa berbahagia dan berharap bahwa lawan bicara yang sedang berduka memiliki kabar yang baik dan dapat menjalani hari dengan normal dan seperti biasanya.

 

  1. “We send you thoughts of comfort.”

Secara harafiah, kalimat ini berarti “Kami mengirimkan kamu pikiran yang membuat nyaman,” dan bermakna kurang lebih sama dengan arti harafiahnya, pembicara kalimat ini mencoba menyatakan pada lawan bicara bahwa mereka berharap lawan bicara memikirkan sesuatu yang membuat nyaman, sesuatu yang menyenangkan, dan berharap mereka dapat melewati kesulitan di hari ini dengan baik.

 

  1. “Our family is keeping your family in our thoughts and prayer.”

Memiliki arti yan kurang lebih sama dengan kalimat nomor 2, namun yang menjadi berbeda adalah kalimat ini diucapkan sebagai perwakilan bukan hanya pembicara tetapi juga harapan dari keluarga pembicara terhadap keluarga yang ditinggalkan atau keluarga yang berduka.

 

  1. “With deepest sympathy as you remember your father.”

Kalimat ini akan paling sering digunakan di dalam bentuk tulisan atau sebuah kartu ucapan apabila dibandingkan dengan pengucapan secara langsung. Memiliki makna bahwa pembicara mencoba untuk mengekspresikan rasa simpati terdalamnya kepada keluarga atau individu yang berduka.

 

  1. “It was truly a pleasure working with your father for 10 years. He will deeply missed.”

Pembicara ingin menyampaikan sebuah rasa syukur yang dia rasakan karena berhasil dan telah bekerja begitu lama dengan sesorang dan menyampaikan hal tersebut kepada keluarga yang berduka atau keluarga yang ditinggalkan, mengidentifikasi bahwa ayah dari individu yang berduka adalah seseorang yang hebat. Dilanjutkan dengan kalimat keduanya yaitu bahwa ayah mereka akan sangat sangat dirindukan, karena karakter baiknya.

 

  1. “No one can prepare you for a loss. However, take comfort in knowing that he is now resting in the arms of the Lord. My deepest condolences to you and your family.”

Secara harafiah berarti “Tidak ada seorangpun yang bisa mempersiapkan kamu untuk kehilangan seseorang. Walaupun begitu, bersenanglah karena sekarang kamu tau dia sedang beristirahat bersama dengan Tuhan.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk kamu dan keluarga.”, yang juga memiliki makna yang sama dengan arti harafiah secara mentahnya.

 

  1. “We cannot even begin to understand what you are going through right now, but we would like to offer our prayers and condolences to you and your family.”

Memiliki makna yang sama dengan arti harafiahnya, kalimat ini berarti “Kami tidak dapat mengerti kesedihan dan kesusahan yang kamu sedang alami sekarang, tetapi kami akan terus mendoakan dan turut berduka cita untuk kamu dan keluarga.”

 

  1. “Please reach out to me in your time of need.”

Secara harafiah kalimat ini berarti, “Berbicaralah kepadaku saat kamu butuh.” Memang secara harafiah cukup menjelaskan, tetapi makna yang ingin disampaikan oleh kalimat ini mungkin sedikit berbeda; pembicara ingin menyatakan bahwa ia akan terus ada dan menemani pada saat individu yang berduka sedang membutuhkan sebuah kekuatan atau sebuah kebahagiaan, sehingga kalimat ini adalah sebuah pengingat bahwa pembicara akan siap siaga ketika dibutuhkan.

  1. Lament

          Lament adalah sebuah kata dalam bahasa inggris yang termasuk dalam kategori “verb” atau kata kerja.

          Arti yang dimaksud dalam kata lament adalah ketika seseorang mengekspresikan kesedihannya di depan publik dan mempersilahkan semua orang untuk tau kesedihan yang dialami.

          Hal ini kurang lebih sama dengan arti kata “rant” atau “vent” yang berarti mengekspresikan kesedihan secara umum.

          Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “She laments her feeling while crying to her brothers.”

          (Dia laments perasaannya sambil menangis kepada kakak dan adiknya.)

 

  1. Lamentation

          Memiliki arti yang sama dengan lament, namun termasuk dalam kategori “noun” atau kata benda. Apabila nomor 1 berarti kata kerja dan mengekspresikan sesuatu, maka lamentation berarti ekspresi itu sendiri.

Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “She’s going to be alone with her lamentation.”

          (Dia akan sendiri dengan lamentation-nya.)

 

  1. Mourn

     Mourn memiliki konteks yang ada ketika seseorang berpulang, dan pembicara ingin menyatakan bahwa ia sedang berduka atas kehilangan yang dialaminya. Kata ini merupakan kata kerja. Ketika seseorang menangis karena kehilangan seseorang karena kematian, maka kata ini yang sering digunakan di dalam sebuah kalimat.

     Adapun penggunaan kata ni di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She mourns the death of her mother. Don’t talk to her until she’s calm enough,”

          (Dia sedang mourn atas kematian ibunya. Jangan berbicara kepadanya sampai dia cukup tenang.)

 

  1. Whimper

          Whimper adalah sebuah kata kerja atau termasuk dalam kategori “verb” untuk menggambarkan kejadian atau momen ketika seseorang sedang menangis dan berusaha untuk berkata-kata atau menceritakan sesuatu.

                   Suara yang bergetar adalah sebuah tanda bahwa seseorang sedang “whimper”.

       Adapun penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “I don’t believe that she’s fine about her ex boyfriend who got a new girlfriend. You can hear her whimpering while she’s talking.”

          (Saya tidak percaya bahwa dia baik baik saja karena mantan pacarnya sudah memiliki pacar baru. Kamu bisa mendengar dia whimpering ketika dia berbicara.)

 

  1. Gloomy

          Gloomy adalah sebuah kata sifat atau termasuk dalam kategori “adjective”, digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang dalam situasi yang sedih dan sulit untuk dapat tertawa atau menjadi bahagia.

Ketika seseorang sedih, gloomy dapat digunakan sebagai pengganti kata “Sad” dengan memiliki arti yang kurang lebih sama.

                   Adapun penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “She’s such in a gloomy mood, she doesn’t respond to any of my words.”

          (Dia ada di dalam mood yang gloomy, dia tidak merespon pada satupun kata kata saya.)

 

  1. Subdued

                   Subdued adalah sebuah kata sifat, termasuk dalam kategori “Adjective” yang menggambarkan seseorang yang sedang diam dan memiliki perasaan khawatir yang luar biasa.

Misalnya ketika seseorang sedang mengkhawatirkan hal lain dan menjadi cenderung pendiam, maka kata sifat yang digunakan adalah kata “subdued”.

          Adapun penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “His brother is in such a bad situation. I can understand why she’s so subdued right now.”

          (Adiknya sedang ada di dalam kondisi yang tidak baik. Saya mengerti mengapa dia menjadi sangat subdued sekarang.)

 

  1. Wistful

Wistful yang termasuk dalam kata sifat atau “adjective” adalah untuk menggambarkan keadaan dimana seseorang sedang sedih (namun tidak terlalu sedih), karena ia harus melakukan sesuatu.

Situasi yang menjadi mungkin untuk menggunakan kata ini adalah ketika seseorang yang sedang bersenang-senang dengan teman-temannya, namun ia harus pergi karena ia harus melakukan sebuah pekerjaan, kata ini akan digunakan.

          Adapun penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“I’m so bummed that he had to leave. And I could see he was wistful too.”

(Saya sangat kecewa dia harus pergi. Dan saya juga bisa lihat dia juga wistful.)

 

  1. Bleak

          Ketika seseorang kehilangan alasan untuk menjadi bahagia dan penuh dengan harapan, disinilah kata ini digunakan. Kata bleak termasuk dalam kata sifat atau termasuk kategori “adjective” untuk menggambarkan situasi itu.

          Situasi yang memungkinkan seseorang untuk menggunakan kata ini adalah ketika mereka sudah mencoba untuk menemukan kebahagiaan di dalam situasi yang sedih, namun tidak dapat menemukannya walaupun hanya satu alasan untuk berbahagia.

          Adapun penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “He tried to be grateful yesterday about all of the situations but it was so bleak.”

            (Dia mencoba untuk bersyukur kemarin terkait semua kejadian yang terjadi, tetapi sangat bleak.)

  1. Groan

                   Groan adalah bentuk kata kerja, atau termasuk dalam kategori “verb” yang mencoba menggambarkan situasi dimana seseorang membuat sebuah suara rendah yang panjang dikarenakan kesakitan yang dialaminya secara fisik maupun emosional.

          Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “They groan when their motorbike hits the ground because it is so painful.”

          (Mereka groan ketika motor mereka menginjak dan jatuh ke tanah karena itu sangat sakit sekali.)

 

  1. Howl

          Howl adalah sebuah bentuk kata kerja dan menggambarkan situasi dimana seseorang menangis atau berteriak dengan sangat keras dikarenakan kesakitan, kemarahan, atau karena kesedihan, tetapi yang paling dominan adalah untuk menggambarkan seseorang yang sedang kesakitan karena sesuatu.

          Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “She howls as the antiseptic touches her shoulder.”

          (Dia howls ketika antiseptiknya menyentuh bahunya.)

  1. Wail

          Wail adalah kata kerja yang menggambarkan sebuah aktivitas dimana seseorang menangis atau mendengung dengan suara tinggi dan keras karena kesakitan yang dialaminya.

          Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She wails as she hit the ground with her brand new scooter. Pretty sure it hurts a lot, I can see it from her face.”

(Dia wails ketika dia menghantam tanah dengan skooter baru nya. Saya yakin bahwa itu menyakitkan. Saya dapt melihatnya dari wajahnya.)

 

  1. Writhe

          Ketika seseorang bergerak secara terus menerus karena ingin menahan sakit yang dialaminya, pembicara atau orang akan menggunakan kata ini untuk menggambarkannya. Writhe termasuk dalam sebuah kata kerja untuk mengambarkan aktivitas tersebut. Situasi yang bisa saja digambarkan dengan kata ini adalah ketika seseorang jatuh dan menghantam sesuatu, lalu ia bergerak kesana kemari berusaha untuk menyingkirka rasa sakitnya.

          Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“Ever since her toenails accidentally hit the side of the bed, she writhes here and there while screaming. It’s been happening for thirty seconds now.”

(Sejak jempol kakinya secara tidak sengaja menyentuh sisi ranjang, dia writhes kesana kemari sembari berteriak. Itu sudah terjadi selama kurang lebih 30 detik yang lalu.)

 

  1. Yelp

          Kata informal ini digunakan ketika seseorang ingin menggambarkan seseorang yang kesakitan dan membuat suara dengan nada yang tinggi, seperti misalnya secara tidak sengaja melukai kaki dan berjalan ke lubang, maka kata ini yang akan digunakan ketika pembicara mengeluarkan suara yang tinggi.

Adapun contoh penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “She yelps right in as when her father accidentally step in her bare foot.”

          (Dia yelps seketika ketika ayahnya secara tidak sengaja menginjak kaki telanjangnya.)

 

  1. Achy

          Dari nomor 6 hingga kebawah, kata yang digambarkan akan sedikit berbeda. Kata yang digambarkan adalah jenis jenis kesakitan yang dialami. Kata ke-6 untuk menggambarkan kesakitan adalah achy atau juga bisa digambarkan sebagai sebuah kesakitan yang tidak terlalu sakit tetapi bertahan dengan sangat lama pada satu bagian tubuh. Kebanyakan digunakan untuk menggambarkan sebuah kesakitan yang tidak terlalu mengganggu tapi karena telah berjalan dan sakit begitu lama, mulai menjadi pengganggu dalam kegiatan sehari-hari.

 

  1. Burning

          Luka bakar adalah salah satu contoh yang sangat baik untuk digambarkan dengan kata ini. Kata ini menggambarkan kesakitan yang ditandai dengan bagian tubuh kita yang mendadak panas seperti terbakar akan sesuatu.

 

  1. Chapped

          Chapped menggambarkan sebuah kesakitan yang dikarenakan oleh kulit yang kering. Kulit yang kering seringkali dapat menyebabkan kesakitan karena luka sederhana. Jadi ketika seseorang ingin menggambarkan kesakitan yang disebabkan oleh kulit kering, maka pembicara akan menggunakan adjective ini.

 

  1. Excruciating

          Sebuah adjective yang menggambarkan sebuah luka yang dialami oleh seseorang. Adapun tingkat kesakitan yang dialami adalah sangat tinggi, jadi ketika seseorang menggunakan kata ini untuk menggambarkan kesakitan yang dialaminya, maka dapat dikatakan bahwa luka yang dialaminya adalah luka yang sangat sakit.

          Adapun contoh penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “This pain on my leg is excruciating I feel like I can’t walk.”

          (Sakit di kakiku ini sangat excruciating saya rasa saya tidak dapat berjalan.)

 

  1. Griping

                        Griping adalah sebuah adjective untuk menggambarkan kesakitan yang ada di area perut, sakit yang dialami adalah sakit yang tajam dan cenderung tiba tiba di area perut dan menyebabkan perasaan tidak nyaman pada seseorang.

  1. Phew/Whew!

          Ekspresi ini digunakan ketika seseorang mendapatkan sebuah berita yang melegakannya dan biasanya diungkapkan dalam sebuah percakapan informal. Respon singkat ini diberikan kepada seseorang karena membawa sebuah kabar bahagia.

          Adapun contoh penggunaan kata ini di dalam sebuah kalimat atau percakapan adalah sebagai berikut:

“I think you’ve passed the test because the teacher said all of the students have a good score.”

(Saya pikir kamu lulus ujiannya karena guru berkata bahwa semua pelajar mendapatkan skor yang baik.

“Phew! I thought I’ll fail the test.”

Phew! Saya pikir saya akan gagal ujian tersebut.)

 

  1. Thank God! / Thank Godness

          Bernada dan bermaksud sama seperti Phew, respon ini juga digunakan oleh pembicara sebagai respon kepada seseorang karena membawa sebuah kabar baik atau kabar yang membuat lega dan berhenti khawatir akan sesuatu.

          Adapun contoh penggunaan kata ini di dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut:

“I thought that she will come and yell at me. Thank god she didn’t!”

(Saya pikir dia akan datang dan berteriak kepadaku. Thank God dia tidak melakukannya!)

 

 

  1. You had me worried there

          Pengungkapan kalimat ini digunakan sebagai respon atas sebuah berita yang melegakan. Memiliki arti harafiah “kamu sempat membuat saya khawatir tadi,” kalimat ini memiliki makna bahwa kini sang pembicara tidak lagi khawatir, namun sempat merasa khawatir karena kalimat yang diucapkan oleh orang lain sempat menimbulkan pertanyaan atau sempat menimbulkan kekhawatiran, namun orang tersebut melakukan klarifikasi yang membawa kelegaan.

          Adapun contoh penggunaan kalimat ini di dalam sebuah percakapan adalah ketika misalnya teman kita sedang memberikan komplain terkait orang tuanya, dan berencana untuk pergi dari rumah karena bertengkar, lalu dia berkata,

          “But I still love them very much, so I would not leave the house.”

          (Tapi saya sangat menyayangi mereka, jadi saya tidak akan meninggalkan rumah.)

          “You had me worried there for a moment.”

          Adalah respon yang tepat karena teman tersebut sempat membuat kita berpikir bahwa ia akan meninggalkan rumahnya, namun klarifikasi yang diberikan menjadi sebuah kelegaan bagi pembicara.

 

  1. You have no idea what a relief it is to________

          Kalimat ini digunakan dalam sebuah percakapan baik informal maupun percakapan formal untuk menggambarkan sebuah kelegaan akan sebuah kejadian yang telah terjadi sebelumnya, dan pembicara hanya mencoba untuk menceritakan hal ini kepada orang lain. Pembicara mencoba untuk menceritakan bahwa ia sempat khawatir akan suatu hal dan ia menjadi lega karena ada hal lain yang terjadi dan membuatnya berubah pikiran.

                   Adapun contoh penggunaan kalimat ini di dalam sebuah kalimat atau percakapan adalah sebagai berikut:

          “You have no idea what a relief it is to know that my son is going to have the doctor certificate by next year. He’s been working hard for it and I’m really glad he’s actually passed through all of those hard times.”

          (You have no idea what a relief it is untuk tau bahwa anak saya akan menjadi dokter secara resmi tahun depan. Dia telah bekerja dengan sangat keras untuk itu dan saya sangat senang akhirnya dia dapat melewati seluruh masa-masa sulit tersebut.)

 

  1. That’s a load off my mind

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “itu menyingkirkan beban dari pikiran saya.” Kalimat ini biasa digunakan di dalam sebuah kalimat formal atau biasanya paling sering ditemui di dalam konteks kantor dan pekerjaan atau ketika seorang atasan menyampaikan sebuah kabar baik bagi bawahannya.

          Adapun contoh penggunaan kalimat ini di dalam sebuah konteks percakapan adalah sebagai berikut:

          “Good news! The boss said we can go home earlier today and we don’t need to give in the report for tomorrow. It is delayed to next week.”

          (Kabar baik! Bos bilang kita bisa pulang lebih awal hari ini dan kita tidak perlu memberikan laporan untuk besok. Diundur sampai minggu depan.)

          “Wow! That’s a huge load off my mind. Thank you for telling me!”

          (Wow! That’s a huge load off my mind. Terima kasih susah memberi tahu saya!)

 

  1. That gives me such comfort

          Arti harafiah dari kalimat ini adalah “Itu memberikan saya kenyamanan!”. Kalimat ini digunakan sebagai respon dari sebuah kabar baik yang diberikan dengan makna bahwa pembawaan kabar baik itu memberikan sebuah perasaan lega dan nyaman karena penerima berita sempat merasa cemas akan sesuatu.

          Adapun contoh penggunaan kalimat ini di dalam sebuah konteks percakapan adalah sebagai berikut:

          “That news about Omar having a baby gives me such comfort. I thought he will not have one, because his mother keeps nagging me to talk to him about it.”

                        (Berita tentang Omar yang akan memiliki bayi gives me such comfort. Saya kira dia tidak akan punya anak, karena ibunya terus-terusan memojokkan saya untuk berbicara padanya tentang itu.)

 

  1. Bread and butter

          Secara harafiah, “bread and butter” berarti “roti dan mentega”, namun karena ini adalah sebuah ungkapan, artinya menjadi jauh berbeda. Arti dari ungkapan ini merujuk pada sumber penghasilan seseorang, misalnya gaji sebagai sumber penghasilan para karyawan, atau untung dan pemasukan sebagai sumber penghasilan para pengusaha. Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat sehari-hari adalah sebagai berikut:

          “She’s really serious with her job as a business consultant. It’s her bread and butter to support her life.”

Yang berarti “Dia sangat serius dengan pekerjaannya sebagai konsultan bisnis. Pekerjaan itu adlaah bread and butter baginya         untuk mendukung hidupnya.”

 

  1. Bring home the bacon

          Bacon adalah sebuah makanan yang sangat terkenal di Amerika, sehingga ungkapan ini lahir untuk menggambarkan keadaan dimana seorang pencari nafkah membawa pulang nafkah bagi keluarganya. Bring home the bacon sendiri memiliki arti harafiah sebagai “membawa pulang the bacon atau membawa pulang makanan”.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “He works from 9 to 5 to bring home the bacon.”

          Yang berarti “Dia bekerja dari jam 9 sampai jam 5 sore untuk bring home the bacon.”

 

 

  1. From rags to riches

          Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan situasi dimana seseorang mengubah hidupnya dari miskin.

Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She went from rags to riches from that lottery she won last month.”

          Yang berarti “Dia berubah from rags to riches karena lotere yang dia menangkan bulan lalu.”

 

  1. Have sticky fingers

          Seorang pencuri disebut have sticky fingers. Secara harafiah, ungkapan ini berarti “memiliki jari yang lengket”; untuk menggambarkan para pencuri baik itu di dalam supermarket maupun pencuri lainnya. Pencuri digambarkan memiliki jari yang lengket atau “they have sticky fingers”.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“Be careful with your money. He has sticky fingers.”

Yang berarti “Hati hati dengan uang kamu. Dia has sticky fingers.”

 

  1. Head over heels in debt

          Memiliki begitu banyak hutang digambarkan di dalam ungkapan ini. Arti harafiah dari ungkapan ini sendiri berarti memiliki hutang dari kepala hingga ke ujung kaki.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “I think the last economy changes really changed his life. He became jobless, and he’s also head over heels in debt.”

          Yang berarti “Saya rasa keadaan ekonomi dunia terakhir mengubah hidupnya. Dia jadi tidak memiliki pekerjaan, dan dia juga head over heels in debt.”

  1. Live from hand to mouth

          Ungkapan ini berarti hidup berkekurangan atau hidup dengan uang yang sangat minimum dan kecil. Arti harafiah dari kalimat ini adalah “hidup dari tangan ke mulut” yang memiliki makna bahwa hidupnya dihabiskan hanya untuk makan dan tidak untuk kebutuhan lain yang terbilang cukup mahal, sehingga seseorang tidak dapat membeli atau mendapatkannya.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“The last crisis really hit his family. He lives from hand to mouth these days.”

Yang berarti “Krisis terakhir sangat memukul keluarganya. Dia lives from hand to mouth hari hari ini.”

 

  1. Penny pincher

          Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat pelit dan perhitungan terhadap uangnya.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“He’s such a penny pincher. He doesn’t want to spend any money for his sister’s birthday.”

Yang berarti “Dia adalah seorang penny pincher. Dia tidak mau mengeluarkan uang untuk ulang tahun adiknya.”

 

  1. Penny wise and pound foolish

          Berbeda dengan penny pincher, ungkapan ini sangat unik karena mencoba menggambarkan seseorang yang sangat berhati-hati dengan uang kecil, namun sangat boros dalam penggunaan uang dalam jumlah yang besar. Sebagai contoh, seseorang yang sangat perhitungan dalam membeli makanan dan minuman, namun sewaktu-waktu dapat menghabiskan uang untuk membeli sebuah komputer yang tidak dibutuhkan.

Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“This man is really weird. He doesn’t want to spend his money on food everyday but once he buys a very expensive boat that is not needed.”

Yang berarti “Orang ini sangat aneh. Dia tidak mau menghabiskan uangnya untuk makanan sehari-hari tapi dia membeli sebuah kapal mahal yang tidak diperlukan.”

 

  1. Pour money down the drain

          Ungkapan ini secara harafiah berarti “membuang uang ke dalam selokan” sehingga memiliki makna bahwa seseorang membuang uangnya dalam jumlah besar, bisa terjadi karena kesalahan atau karena memang disengaja.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “His company really pours money down the drain with that investment. It is a wrong move.”

          Yang berarti “Perusahaannya pours money down the drain dengan investasi itu. Investasi itu adalah langkah yang salah.”

 

  1. Take a beating

          Ungkapan ini berarti kehilangan uang secara perlahan dalam jangka waktu yang lama.

                   Adapun contoh penggunaan ungkapan ini adalah sebagai berikut:

          “He takes a beating when he’s unemployed for 5 months. But I think he’s doing better now.”

                        Yang berarti “Dia takes a beating ketika dia tidak memiliki pekerjaan selama 5 bulan. Tapi saya rasa dia semakin membaik sekarang.”

  1. Back to the drawing board

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “kembali ke papan gambar” yang juga berarti kembali ke awal atau sering digunakan untuk menggambarkan sebuah usaha yang akan dimulai dari nol kembali saat sebuah kegagalan terjadi.

          Ketika seseorang mengalami kegagalan yang besar, dan ketika sulit rasanya untuk memulai kembali, ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi tersebut.

          Adapun contoh dari penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah:

“I admire how he is very persistent in his business. He just got bankrupt again and he is back to the drawing board.”

Yang berarti “Saya mengagumi bagaimana dia sangat tekun dalam bisnisnya. Dia baru saja mengalami kebangkrutan dan dia back to the drawing board.”

 

  1. Ball is in your court

          Ungkapan ini mencoba menjelaskan situasi dimana seseorang memiliki kuasa atau memiliki kemampuan untuk membuat sebuah keputusan.

          Ball is in your court sendiri berarti secara harafiah adalah “bola ada di lapangan kita” sehingga ungkapan ini paling sering digunakan ketika seseorang sedang ragu dalam membuat sebuah keputusan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“You better think about this carefully and don’t rush. Ball is in your court.”

Yang berarti “Lebih baik kamu memikirkan hal ini secara hati-hati dan jangan terburu-buru. Ball is in your court.”

 

  1. Barking up to the wrong tree

          Ketika seseorang marah akan sesuatu, terkadang kemarahan mereka dilampiaskan kepada hal lain selain dari apa yang membuatnya marah.

     Sebagai contoh, seseorang yang memiliki kekesalan terhadap temannya dapat melampiaskan emosinya ke orangtuanya.

          Ungkapan ini secara harafiah berarti “menggonggong pada pohon yang salah” atau juga secara makna berarti seseorang menyalahkan sesuatu yang bukan menjadi sebabnya.

          Adapun contoh dari penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She keeps complaining to her boyfriend about little stuff, it’s because she just got in an argument with her best friend. She’s clearly barking up to the wrong tree.”

          Yang berarti “Dia terus terusan komplain terhadap pacarnya tentang hal-hal kecil, itu karena dia baru saja bertengkar dengan teman baiknya. Terlihat jelas bahwa dia barking up to the wrong tree.”

 

  1. Blessing in disguise

          Ungkapan ini bermakna tentang sebuah kejadian baik yang tidak terlihat pada awalnya, atau sebuah kejadian baik yang terjadi di tengah-tengah kejadian buruk.

          Hal ini sering dikatakan apabila seseorang ingin mengingatkan akan kejadian baik yang mungkin tidak terdeteksi pada awalnya, namun tetap harus disyukuri.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “She got divorced and her children followed her ex-husband, but she doesn’t realize that it actually helps her financial. It’s like a blessing in disguise.”

     Yang berarti “Dia baru saja bercerai dan semua anaknya mengikuti suaminya, yang dia tidak sadari adalah hal itu sebenarnya membantu keuangannya. Hal itu seperti blessing in disguise.”

 

  1. Can’t judge a book by its covers

          Ungkapan ini mungkin paling sering digunakan oleh orang orang Indonesia atau orang di luar bahasa Inggris.

          Secara harafiah ungkapan ini berarti “tidak bisa menilai buku dari cover buku” sehingga bermakna bahwa kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari penampilan awalnya.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She’s really rich but she doesn’t show it because she doesn’t like to impress people. We can’t judge a book by its covers.”

Yang berarti “Dia sangat kaya tetapi dia tidak menunjukkannya karena dia tidak suka pamer. Kita can’t judge a book by its covers.”

 

  1. Cry over spilled milk

          Adalah sebuah hal yang normal apabila kita menangis, namun ungkapan ini mencoba mengatakan bahwa adalah percuma untuk “menangisi susu yang telah tumpah” atau secara makna lebih dalam berarti percuma untuk menangisi sebuah kejadian yang tidak dapat diubah atau telah berlalu.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini pada kalimat adalah sebagai berikut:

          “Her boyfriend broke up with her and he’s already with a new girlfriend. She needs to move on but she keeps crying over spilled milk.”

Yang berarti “Pacarnya telah putus dengannya dan telah memiliki pacar baru. Dia perlu untuk berhenti memikirkannya dan berhenti cry over spilled milk.”

 

  1. Picture paints a thousand words

          Ungkapan ini berarti secara harafiah dan juga memiliki makna yang sama dalam artinya. Secara harafiah, ungkapan ini mengatakan bahwa sebuah gambar menggambarkan ribuan kata-kata.

          Secara makna, ungkapan ini mencoba mengatakan bahwa sebuah aksi atau sebuah perbuatan menggambarkan lebih dari sekedar kata-kata yang coba untuk dikatakan.

          Seperti misalnya, seseorang yang ketahuan mencuri akan sangat sulit untuk dipercaya walaupun pada masa depan dia mencoba untuk berhenti dan telah menyakinkan orang bahwa dia telah berhenti mencuri. Hal ini karena sebuah perbuatan menggambarkan lebih banyak dari pembelaan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “I think it is useless how he tries to defend himself of not being a thief. Picture paints a thousand words.”

          Yang berarti “Saya rasa percuma kalau dia ingin mencoba mempertahankan dirinya dengan mengatakan dia bukan pencuri. Picture paints a thousand words.

  1. Big cheese

          Ungkapan ini mencoba menggambarkan seseorang yang memiliki pengaruh besar di sebuah komunitas atau di sebuah perkumpulan, atau juga seseorang yang memiliki pengaruh besar secara umum.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“He can convince his boss about the investment. He’s such a big cheese in the company.”

Yang berarti “Dia dapat menyakinkan atasannya tentang investasi itu. Dia adalah big cheese di perusahaannya.”

 

  1. Couch potato

          Penggunaan couch di dalam ungkapan ini mencoba menggambarkan seseorang yang malas yang tidak bergerak di sofa dan hanya menghabiskan waktunya menonton televisi.

          Hal ini secara sederhana menyatakan bahwa ungkapan ini menggambarkan seseorang yang sangat malas dan tidak melakukan apapun setiap harinya.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“He is a couch potato; you will always see him on the sofa watching tv all day.”

          Yang berarti “Dia adalah seorang couch potato; kamu akan selalu melihat dia di sofa sedang menonton televisi sepanjang harinya.”

 

  1. Tough cookie

          Tough yang berarti “tangguh” menggambarkan ungkapan ini dengan tepat. Ungkapan ini menggambarkan seseorang yang sangat tangguh, baik itu dari pekerjaan, maupun cara hidup yang mereka jalani.

          Pada intinya adlaah untuk menggambarkan seseorang yang mau bekerja keras dan tidak menyerah pada keadaan.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She needs to work almost all day to fulfill and pay for her school. She’s such a tough cookie.”

          Yang berarti “Dia perlu bekerja hampir sepanjang hari agar dapat membayar uang sekolahnya. Dia adalah tough cookie.”

 

  1. Top banana

          Ungkapan ini berarti seorang pemimpin, baik di dalam kelompok, proyek, atau dalam sebuah kelompok pertemanan yang seringkali menjadi orang yang mengambil keputusan di dalam kelompok atau orang yang memiliki pengaruh paling besar di dalam kelompok.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“If you’re confused about something, just ask Rendy. He’s the top banana here!”

Yang berarti “Kalau kamu bingung akan sesuatu, tanya Rendy. Dia adalah top banana disini!”

 

 

  1. Bad apple

          Adalah orang yang seringkali menjadi sumber masalah atau juga dapat menggambarkan seorang kriminal.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“I am not surprised that he went to the jail. He’s always a bad apple in the society.”

          Yang berarti “Saya tidak terkejut dia masuk penjara. Dia selalu menjadi bad apple di komunitas dan lingkungan,”

 

  1. A bun in the oven

          Ungkapan ini berarti seseorang yang sedang hamil.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“You should be careful walking up the stairs. You have a bun in the oven.”

          Yang berarti “Kamu harus hati hati ketika naik tangga. Kamu punya a bun in the oven.”

 

  1. Full of beans

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “penuh dengan kacang”. Sementara itu, makna lain yang dimaksud adalah untuk menggambarkan seseorang yang sangat penuh dengan energi dan sangat bersemangat dalam melakukan pekerjaan atau hanya sekedar berkomunikasi dengan orang lain.

          Aura yang diberikan oleh orang-orang ini sangat bersemangat dan cenderung membuat orang disekitarnya juga bersemangat.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “He is so full of beans! He can’t wait to move to his apartment and work full day to fulfill his needs!”

          Yang berarti “Dia sangat full of beans! Dia tidak sabar untuk pindah ke apartemen barunya dan bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya!”

 

  1. A piece of cake

          Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan sebuah pekerjaan yang dirasa mudah dan dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “This task is a piece of cake. I know you can finish it in less than 2 hours!”

          Yang berarti “Tugas ini adalah a piece of cake. Saya tau kamu dapat menyelesaikannya kurang dari 2 jam.”

 

  1. Spill the beans

          Walaupun secara harafiah artinya adalah untuk “menumpahkan kacang”, hal ini berhubungan dengan makna aslinya yaitu untuk menumpahkan rahasia.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “Come on, Maria! Tell us about your new boyfriend! Spill the beans!”

          Yang berarti “Ayo Maria! Beri tahu kami tentang pacar baru kamu! Spill the beans!”

 

  1. Butter up

          Ungkapan ini memiliki makna dan menggambarkan seseorang yang memuji orang lain hanya karena sedang membutuhkan sesuatu dari mereka, atau hanya memuji karena sedang menginginkan sesuatu sebagai timbal balik.

          Contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “Peter is going to butter up his manager because he wants to get promoted next year.”

          Yang berarti “Peter akan butter up atasannya karena dia mau mendapatkan promosi tahun depan.”

  1. Catch-22

          Situasi yang paling tepat untuk menggambarkan ungkapan ini adalah situasi yang mustahil dan tampaknya tidak dapat tercapai, disebabkan oleh aturan-aturan yang ada dan aturan yang tidak bisa dilangar.

          Misalnya adalah situasi dimana seseorang merasa kesal karena tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai karena setiap perusahaan menginginkan orang yang sudah memiliki pengalaman.

          Sementara untuk orang yang belum memiliki pengalaman, hal itu menjadi sebuah permasalahan yang tidak mungkin dapat dipecahkan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “I think it is impossible on how to get my first job. It is a catch-22 situation. Companies want to hire someone with experience but how can I get an experience when they don’t hire me?”

          Yang berarti: “Saya rasa mustahil untuk mendapatkan pekerjaan pertama saya. Ini adalah situasi Catch-22. Setiap perusahaan mau memperkerjakan orang yang sudah memiliki pengalaman, tetapi bagaimana bisa saya mendapatkan pengalaman kalau mereka tidak memperkerjakan saya?”

 

  1. Dodged a bullet

          Dodged a bullet secara harafiah berarti menghindar dari peluru pistol. Ungkapan dengan arti harafiah ini menjadikan pengertian bahwa seseorang berhasil melarikan diri dari situasi jelek yang berhasil mereka hindari secara tidak sadar.

Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “I think it is a good thing you broke up with him. He’s now in jail. You definitely dodged a bullet.”

          Yang berarti: “Saya rasa adalah hal yang bagus kamu putus dengannya. Sekarang dia ada di penjara. Kamu benar benar dodged a bullet.”

 

  1. The crux of the matter

          Yang dimaksud dengan ungkapan ini adalah inti dari sebuah permasalahan. Salah satu contoh situasi dimana ungkapan ini dapat digunakan adalah ketika seseorang lupa dengan inti permasalahan dan malah fokus pada hal-hal lain yang tidak terlalu signifikan, maka pembicara dapat menggunakan kalimat ini atau ungkapan ini untuk mengingatkan kembali untuk fokus kepada inti dari permasalahan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “You don’t need to focus on the education right now. I know that it is important but the crux of the matter here is their conflict with the school.”

          Yang berarti: “Kamu tidak perlu fokus kepada pendidikan sekarang. Saya tau bahwa itu penting tetapi the crux of the matter disini adalah permasalahan yang ada dengan sekolah.”

 

  1. Grasping at Straws

          Secara harafiah, ungkapan ini berarti memegang sedotan atau menggenggam sedotan. Arti dan pengertian dari ungkapan ini adalah ketika seseorang merasa frustrasi dan melakukan apapun untuk memecahkan masalah yang ada, walaupun dirasa usaha tersebut akan tidak berhasil atau sia-sia.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“They’re clearly grasping at straws; They can’t find the evidence but they need to report it to the boss on who’s stealing the computer.”

Yang berarti: “Mereka benar-benar grasping at straws; Mereka tidak dapat menemukan bukti tetapi mereka perlu melaporkan kepada atasan mereka tentang setiapa yang mencuri komputernya.”

 

  1. In dire straits

          Ungkapan ini untuk menggambarkan sebuah situasi yang sangat jelek dan sangat serius. Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “Harry owes the bank a thousand dollar and he’s been unemployed for the past two years. He’s really in dire straits.”

Yang berarti: “Harry berhutang kepada bank sejumlah seribu dollar, dan dia telah menganggur selama dua tahun terakhir. Dia benar benar ada di in dire straits.”

 

  1. Last resort

          Ungkapan ini memiliki arti sebuah pilihan terakhir dimana tidak ada pilihan lain yang dapat kita ambil di dalam sebuah masalah atau situasi.

          Salah satu contoh situasi ketika kita dapat menggunakan ungkapan ini adalah ketika pembicara berada di liburan dan semua hotel terisi penuh, namun hotel yang jelek yang terakhir yang tidak mereka suka adalah pilihan terakhir yang dapat mereka tempati.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“If this hotel is fully booked, then we have no other options, that hotel we hate is our last resort.”

          Yang berarti: “Apabila hotel yang ini sudah penuh, maka kita tidak akan punya pilihan lain, hotel yang kita tidak suka itu akan menjadi last resort.”

 

  1. The tip of the iceberg

          Ungkapan ini menggambarkan sebuah titik tertinggi di dalam sebuah batu es. Ini berarti mencoba menggambarkan titik terkecil dari sebuah masalah; atau hanya bagian kecil dari masalah yang seringkali bukan menjadi sumber masalah utama, dimana masalah utama yang ada justru tersembunyi.

Contoh situasinya adalah ketika orang tua bertengkar karena masalah kecil, namun sebenarnya masalah yang sebenarnya ada di hubungan mereka yang memang tidak lagi harmonis sejak empat tahun lalu misalnya.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “They’re fighting about the breakfast is only the tip of the iceberg. They’ve been hating each other since the husband cheated on her.”

          Yang berarti: “Mereka bertengkar karena masalah sarapan hanyalah the tip of the iceberg. Mereka sudah membenci satu sama lain sejak suaminya berselingkuh.”

  1. Day by day

          Arti harafiah yang juga memiliki arti yang sama dengan pengertian dari ungkapan ini adalah “hari demi hari”. Contoh keadaan yang paling sering menggunakan ungkapan ini adalah ketika seseorang ingin mengatakan bahwa orang lain semakin berubah hari demi hari.

          Ungkapan dengan pengertian yang cukup harafiah ini menyebabkan ungkapan ini sering digunakan bahkan pada kegiatan sehari-hari.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She got divorce and her thoughts about marriage is changing day by day.”

          Yang berarti: “Dia bercerai dan pemikirannya tentang pernikahan berubah hari demi hari (day by day).

Pengertian dari ungkapan ini adalah seiring hari berjalan dan berganti, pemikiran wanita ini terus menerus berubah tentang pernikahan.

 

  1. Made my day

          Ungkapan ini adalah ungkapan yang sangat positif untuk diucapkan kepada orang lain. Arti dan pengertian ketika seseorang mengucapkan ini adalah di konteks dimana orang lain membuatnya sangat bahagia hari itu.

          Made my day berarti membuat bahagia hari itu, atau membuat hari itu menjadi bahagia, biasanya terjadi karena orang lain melakukan hal yang baik dan menyenangkan.

                   Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

                   “I really appreciate you coming and give my son a gift. You really made my day!”

          Yang berarti: “Saya sangat berterimakasih kamu mau datang dan memberikan hadiah pada anak saya. Kamu sangat made my day!”

 

  1. One of these days

          Ketika seseorang ingin mengatakan bahwa suatu hari nanti akan terjadi sesuatu, maka mereka akan menggunakan ungkapan ini. Ungkapan ini sendiri memiliki pengertian “suatu hari nanti” atau “di masa depan sewaktu waktu nanti”.

          Kebanyakan dari pembicara yang menggunakan ungkapan ini berharap sesuatu akan terjadi di masa depan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “One of these days, I will marry her!”

          Yang berarti: “Suatu hari nanti, saya akan menikahinya!”

 

  1. Night owl

          Ungkapan ini mencoba menggambarkan seseorang yang lebih aktif di malam hari dan bukan aktif di siang hari. Terdapat sebutan untuk orang-orang ini yaitu “Night person” atau orang yang cenderung lebih produktif pada malam hari.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “Jimmy calls me late at night yesterday to ask for the homework. He’s doing the homework so late at night. He’s a night owl.”

          Yang berarti: “Jimmy menelpon kemarin larut malam dan menanyakan saya tentang tugas yang harus dikerjakan. Dia mengerjakan tugas sangat larut. Dia adalah seorang night owl.”

 

  1. Fly by night

          Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan sebuah perusahaan atau organisasi yang tidak jujur, buruk, dan merugikan orang-orang lain di dalam operasionalnya.

          Ungkapan ini adalah kata sifat yang seringkali digunakan ketika pembicara kecewa dengan sebuah perusahaan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “Don’t buy from them. They’re a fly by night operation. You can lose your money.”

          Yang berarti: “Jangan membeli dari mereka. Mereka adalah fly by night operation. Kamu bisa kehilangan uangmu disana.”

 

  1. A night on the town

          Ketika pembicara ingin menggambarkan sebuah malam yang menyenangkan dimana pembicara kemungkinan besar menghabiskan malamnya dengan bersenang-senang bersama dengan teman-temannya, maka pembicara akan menggunakan ungkapan ini sebagai penggambarannya.

          Adapun contoh pneggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “Tomorrow he will get back to Chicago, but yesterday we enjoyed a night on the town with him.”

          Yang berarti: “Besok dia akan kembali ke Chicago, tetapi kemarin kita menikmati a night on the town bersama dia.”

 

  1. Day and night

          Ungkapan ini memiliki makna setiap waktu, setiap saat, baik siang maupun malam. Pembicara yang ingin menyatakan bahwa dia melakukan sebuah aktivitas tiada henti dan tanpa istirahat seringkali menggunakan kalimat ini.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“Her mother is terminally ill and she looks after her day and night.”

Yang berarti: “Ibunya sakit parah dan dia menjaga ibunya day and night.”

 

  1. As different as night and day

          Perbedaan antara siang dan malam sangat kontras, begitupun hal yang ingin dicoba digambarkan di dalam ungkapan ini. Paling sering ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan dua hal atau dua orang yang sangat berbeda dari karakteristik dan lain lainnya.

          Misalnya seseorang ingin menyatakan bahwa Ia dan kakak laki-lakinya adalah dua orang yang sangat berbeda, mereka dapat menggunakan ungkapan ini dengan maksimal.

          Adapun contoh penggunaan ungkaapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

          “My brother doesn’t like to go to the concert meanwhile I always go to the music concert near me if I’m possible to go. My brother and I are as different as night and day.”

          Yang berarti: “Kakak saya tidak suka pergi ke konser sementara saya selalu pergi ke konser musik setiap kali saya punya kesempatan. Kakak saya dan saya adalah as different as night and day.”

  1. On cloud nine

          Kita akan sering mendengar kalimat ini apabila kita berada di negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utamanya.      

          Kalimat atau ungkapan ini ada untuk menggambarkan kebahagiaan yang sangat penuh, atau kebahagiaan yang maksimal tanpa ada orang yang dapat mengganggu kebahagiaan tersebut.

          Secara harafiah, atau secara bahasa Indonesia, arti ini mirip dengan kata kata “Langit ketujuh”.

          Adapun cara penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“You can’t be mad at me because that will not affect my mood or make me sad. I am on cloud nine right now because I just graduated with the perfect grade.”

(Kamu tidak dapat marah kepada saya karena itu tidak akan member efek apapun atau tidak akan membuat saya sedih. Saya sedang ada di cloud nine sekarang karena saya baru lulus dengan nilai yang sempurna.)

 

  1. Jump for joy

          Ketika seseorang ingin menggambarkan keadaan dimana sesuatu membuatnya sangat bahagia dan rasanya dia tidak dapat berhenti tersenyum atau ketika seseorang rasanya ingin meloncat karena perasaan bahagia yang berlebihan, maka ungkapan ini adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkannya.

          Biasanya digunakan ketika seseorang baru saja mendapatkan kabar yang sangat baik dan sangat membuatnya bahagia.

          Adapun cara penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“When I later pay the apartment, I am going to jump for joy!”

(Ketika saya membayar lunas apartemen, saya akan jump for joy!)

 

  1. Grin from ear to ear

          Ketika ada seseorang yang terus menerus tersenyum dan rasanya memiliki senyum yang sangat lebar, ekspresi ini lah yang kita gunakan untuk menggambaran mereka.

          Biasanya hal ini terjadi ketika mereka baru saja mengalami sebuah kejadian penting yang membahagiakan di dalam hidup, seperti misalnya menikah, atau mempunyai anak.

          Adapun cara penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“She just got engaged last night, you can see her grinning from ear to ear.”

(Dia baru saja bertunangan tadi malam, kamu bisa liat dia grinning from ear to ear.)

 

  1. Happy camper

          Berbeda dengan kata kata lain yang menggambarkan kebahagiaan, kata atau ungkapan ini lebih menggambarkan perasaan cukup atau perasaan bersyukur atas apa yang dimiliki pada saat ini sehingga timbul rasa bahagia yang mendalam.

          Perasaan yang digambarkan dengan ungkapan ini adalah perasaan ketika hal-hal kecil menjadi sebab utama kebahagiaan tersebut, misalnya baru saja masuk ke dalam rumah yang hangat dan mensyukuri rumah yang ada.

          Adapun cara penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“Our holiday was nothing grand, we just had a dinner with close family members and drank some hot chocolate around the fireplace, and I was a happy camper.”

(Liburan kami bukan sesuatu yang mewah, kami hanya makan malam dengan keluarga terdekat, dan minum coklat hangat di area tungku api, dan saya adalah happy camper.)

 

  1. Music to your ears

          Ketika seseorang menerima sebuah pujian, maka orang tersebut akan bahagia dan mencoba mengekspresikan kebahagiaannya dengan menyatakan bahwa pujian tersebut layaknya musik di telinga mereka.

          Unsur kebahagiaan yang coba ditonjolkan adalah ketika ingin menyampaikan seberapa menyenangkan untuk mendapatkan sebuah pujian yang memotivasi.

          Adapun cara penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“I am really glad about the last project that we did. All of the compliments were like music to my ears.”

(Saya sangat senang dengan proyek terakhir yang kita lakukan. Semua pujian yang diberikan seperti music to my ears.)

 

  1. Happy as a clam

          Memiliki arti yang kurang lebih sama dengan on cloud nine, ungkapan ini mencoba untuk menyampaikan perasaan bahagia yang amat sangat.

          Biasanya pembicara akan mengatakan ini ketika ada seseorang atau sebuah kejadian yang membuatnya bahagia dan seakan tidak mempedulikan lingkungan sekitar yang melihat si pembicara seperti orang yang aneh.

          Adapun cara penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“I really love travelling solo, it makes me know so many new people and it makes me happy as a clam.”

(Saya sangat cinta jalan jalan sendiri, membuat saya mengenal begitu banyak orang baru, dan membuat saya happy as a clam.)

 

  1. Exciting

          Ada begitu banyak bentuk kebahagiaan, exciting adalah salah satunya. Exciting berarti kebahagiaan yang membuat kamu menjadi lebih penuh semangat karena tidak sabar menunggu sesuatu, misalnya.

          Ketika seseorang merasakan tipe kebahagiaan yang membutuhkan mereka untuk meloncat atau menjadi penuh energi, maka kata ini lah yang sering digunakan untuk menggambarkannya.

          Adapun cara penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“Travelling is so exciting that it actually motivates me to work really hard to have money.”

(Jalan jalan sangat exciting dan sesungguhnya memotivasi saya untuk bekerja dengan sangat keras untuk mendapatkan uang.)

  1. I’ve never seen anything like it!

          Sebuah kekaguman yang disampaikan karena pembicara melihat sebuah pertunjukkan atau sebuah hasil karya yang ditampilkan oleh orang lain dan pembicara ingin menyampaikan bahwa ia mengagumi apa yang dilakukan atau ada.

          Arti harafiah dari kalimat ini adalah untuk menyakinkan lawan bicara bahwa sang pembicara sebelumnya tidak pernah menerima atau melihat hal seperti itu sebelumnya, sebagai contoh di dalam sebuah pameran lukisan, dan pembicara ingin memuji pelukis dan mengatakan hal ini.

          Adapun contoh kalimat di dalam percakapan adalah sebagai berikut:

“You are such a really great artist! I’ve already travelled the world to see all of the paintings I could possibly see and I’ve never seen anything like yours!”

(Kamu adalah seorang artis yang sangat hebat. Saya sudah berkeliling dunia dan melihat lukisan yang saya bisa lihat, dan saya tidak pernah melihat yang seperti kamu miliki!)

 

  1. Isn’t that fantastic!

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “Bukankah itu fantastis!” yang kurang lebih memiliki makna yang sama dengan arti harafiah dari kalimat ini. Ketika seseorang berbicara hal ini, banyak konteks yang dapat membawahinya, salah satu contoh situasi adalah ketika pembicara ingin menyampaikan bahwa sesuatu yang dilihat atau baru saja dilakukannya adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan.

          Adapun contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“We’ve actually drove really far through the snow and I could almost see the snow is hitting us so badly. I almost couldn’t see the road and all I could see is the stars. Isn’t that fantastic!”

(Kita sejujurnya menyetir sangat jauh di tengah salju dan saya dapat lihat salju menyerbu kita dengan parah. Saya hampir tidak dapat melihat jalanan dan yang saya bisa lihat hanyalah bintang. Isn’t that fantastic!)

 

  1. Salute

          Di dalam konteksnya, terkadang kata ini digunakan di dalam konteks yang cenderung negative, namun tidak jarang kata ini digunakan di dalam konteks yang positif, seperti contohnya ketika seseorang ingin menyatakan bahwa dia sangat menghargai dan merasa bahwa pekerjaan yang dilakukannya sangat berkesan dan berhasil.

          Arti kata ini sama dengan kata “salut” di dalam bahasa Indonesia, namun dengan penggunaan yang sedikit berbeda; arti dan makna dari kalimat ini adalah “mengagumi,”.

          Adapun contoh penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“You were really a legend back when you played soccer. I salute you, sir.”

(Kamu adalah legenda ketika kamu bermain sepak bola. Saya salute kamu, pak.)

 

  1. Pay your respect

          Kalimat ini biasanya digunakan ketika pembicara ingin menyampaikan kepada orang lain untuk memberikan apresiasi kepada orang lain, biasanya kepada orang yang telah meninggal, atau kepada para pahlawan dan tentara yang telah meninggal karena memperjuangkan kemerdekaan.

          Selain itu, kalimat ini juga sering digunakan untuk menyatakan dan menghormati leluhur atau orang tua yang telah pergi mendahului kita.

          Adapun contoh penggunaan kalimat ini di dalam percakapan atau percakapan informal adalah sebagai berikut:

“We need to go to the grave today. This is supposed to be his birthday, we should pay our respect.”

(Kita harus pergi ke makamnya hari ini. Hari ini seharusnya hari ulang tahunnya. Kita harus pay our respect.)

 

  1. Idolize

          Mengidolakan adalah kata yang menjadi arti harafiah dan makna yang juga sama untuk kata ini. Idolize merupakan kata kerja atau termasuk kategori “verb” dan digunakan ketika pembicara ingin menyatakan bahwa ia mengidolakan seseorang atau mengagumi seseorang.

          Mengidolakan memiliki arti yang sedikit berbeda dengan mengagumi; mengidolakan biasanya digunakan untuk ketertarikan atau kekaguman terhadap artis atau orang-orang terkenal, sementara mengagumi (adore) biasa dan bisa digunakan untuk orang-orang biasa yang menjadi kenalan pembicara.

          Adapun contoh penggunaan kata ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“I idolize him badly. I think he sings really good and he’s capable of so many things.”

(Saya sangat mengidolakannya. Saya rasa dia menyanyi dengan sangat baik dan dia memiliki talenta di bidang lain yang masih banyak.)

  1. I can’t believe you did that. You shouldn’t have, but thank you so much! This was very kind of you.

          Secara harafiah, kita mencoba menyampaikan pada lawan bicara bahwa apa yang dilakukannya sangat baik, dan pembicara ingin menyatakan bahwa tidak seharusnya atau tidak seperlunya lawan bicara melakukan itu untuk kita.

          Seperti misalnya seseorang yang tidak terlalu dekat dengan kita mengingat hari ulang tahun kita dan memberikan kita hadiah ulang tahun. Hal itu sangat berkesan, bukan?

          Apalagi datang dari orang yang memang tidak akrab dan dekat dengan kita. Ucapan “thank you” saja hanya akan menjadi hambar dan tidak menggambarkan rasa terima kasih kita dengan baik.

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “Saya tidak percaya kamu melakukan itu. Kamu tidak perlu melakukan itu sebenarnya, tetapi terima kasih banyak! Kamu sangat baik!”

 

  1. What a thoughtful gift! I really appreciate this!

          Dengan tidak mengucapkan kata “thank you”, kalimat ini sudah meimiliki makna yang sama, yaitu pembicara merasa sangat menghargai apa yang dilakukan oleh lawan bicara dan menyatakan serta memuji bahwa lawan bicara memberikan hadiah yang sangat spesial dan sangat dipikirkan.

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “Hadiah yang sangat spesial! Saya sangat menghargai ini!”

 

  1. I really owe you one. Next time you need help, I’ve got it.

          Biasanya setelah kita mendapat pertolongan dari orang lain, ada perasaan syukur yang besar sehingga kita mau melakukan sesuatu kembali untuk orang yang menolong kita.

          Di kalimat ini, walaupun tidak ada ucapan terima kasih secara formal, pembicara menyatakan bahwa ia akan menolong lawan bicara apabila lawan bicara membutuhkan bantuan suatu hari nanti sebagai upaya timbal balik yang ingin dilakukan.

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “Saya sangat berhutang banyak padamu. Lain kali kamu membutuhkan bantuan, saya pasti bantu.”

          Berhutang disini tidak selamanya berarti dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk bantuan lainnya.

 

  1. What would I do without you? I can’t thank you enough.

          Ketika seseorang merasa kesulitan untuk mengekspresikan rasa syukurnya yang begitu dalam karena pertolongan yang amat baik dan amat besar, maka orang itu akan menggunakan kalimat ini. Dengan arti harafiah “Apa yang bisa saya lakukan tanpamu? Saya tidak akan cukup berterima kasih saja denganmu.”

          Arti harafiah menimbulkan makna bahwa hanya dengan berterima kasih saja tidak cukup karena pertolongan yang diberikan sangat besar, sehingga ekspresi yang diberikan oleh pembicara adalah menyatakan hal tersebut, untuk menyampaikan seberapa bersyukurnya pembicara terhadap pertolongan yang diberikan.

 

  1. I’m so thankful to have a friend like you.

          Dengan tidak berterima kasih, kalimat ini sejujurnya mengungkapkan lebih hanya sekedar dari ucapan terima kasih. Dengan arti harafiah “Saya sangat bersyukur memiliki teman seperti Anda,” pembicara ingin menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur dan menyampaikannya dengan mengucapkan kalimat apresiasi kepadanya.

 

  1. I want to thank you for taking the trouble to help me.

          Arti harafiah dari kalimat ini adalah “Saya sangat berterima kasih atas semua pengorbanan yang kamu lakukan untuk menolong saya,” memang tidak ada kata pengorbanan disana (sacrifice), tetapi penggunaan kata “taking the trouble” berarti lawan bicara mendapatkan beberapa masalah dalam prosesnya menolong sang pembicara.

          Dan pembicara ingin menyatakan bahwa ia sangat bersyukur sang lawan bicara mau merelakan waktunya untuk menolong, terlebih lagi mendapatkan masalah karenanya.

 

  1. Words cannot express how grateful we are for your help during our difficult time.

          Ketika kata-kata dirasa tidak cukup untuk menyampaikan perasaan syukur dan perasaan terima kasih, kita bisa saja menyatakan hal tersebut kepada orang lain karena pertolongan yang telah mereka lakukan.

          Kalimat ini biasanya umum digunakan dalam bahasa atau percakapan formal baik antar keluarga maupun percakapan yang terjadi di lingkungan pekerjaan.

          Arti harafiah dari kalimat ini adalah, “Kata kata tidak bisa mengekspresikan seberapa bersyukur kami karena pertolongan yang kamu berikan di masa-masa sulit kami.” Kurang lebih memiliki arti dan makna yang sama dalam bahasa Indonesia.

 

  1. Thank you for your assistance in this matter.

          Dalam bahasa formal, kalimat ini sering digunakan di dalam lingkungan pekerjaan. Arti harafiah dari kalimat ini adalah “terima kasih atas bimbingan atau bantuannya terkait hal ini,” hal ini dapat mengingatkan lawan bicara akan apa yang menjadi topic ucapan terima kasih dan lawan bicara dapat dengan lebih merasa dihargai atas ucapan tersebut.

Bahasa inggris adalah bahasa yang begitu kaya, sangat sayang apabila kita tidak melihat dan belajar setiap kata yang dapat mewakili setiap kata lainnya.

  1. Talk to you later

Ini bukanlah sebuah perpisahan. Secara harafiah, kalimat ini berarti “Berbicara denganmu lagi nanti”, menandakan bahwa pembicara masih ingin menjalin hubungan dengan lawan bicara dan bukan mengakhiri hubungan yang ada.

Kalimat ini seringkali digunakan di dalam sebuah percakapan ketika seseorang bertemu dengan rekan bisnis dan menjanjikan waktu temu yang lai untuk merencanakan hal-hal dan rencana lain, misalnya.

Selain diucapkan secara verbal, kalimat ini juga sering digunakan sebagai kalimat formal secara non-verbal, baik di dalam email maupun di dalam pesan singkat.

 

  1. I’ve got to get going

          Memiliki arti “Saya harus pergi,” kurang lebih kalimat ini memiliki makna yang sama dengan arti harafiahnya.

Pembicara yang menyatakan kalimat ini biasanya memiliki urusan lain yang perlu didatanginya sehingga ia harus pergi dari tempat itu dan meninggalkan lawan bicaranya.

          Namun kalimat ini juga sering kali diucapkan dalam percakapan non-verbal ketika seseorang ingin pamit dan tidak akan bisa membalas baik email maupun pesan singkat.

 

  1. I’m off

          Dua kata sederhana ini paling sering digunakan di dalam konteks situasi atau percakapan informal ketika seseorang ingin berpamitan dengan teman akrab atau teman dan bukan rekan kerja yang berada di dalam konteks professional dan formal.

          Kalimat ini tidak memiliki arti di bahasa Indonesia secara harafiah, namun pengertian yang paling tepat dan dekat dengan arti sebenarnya adalah “Saya pergi sekarang.”

 

  1. Have a nice day

          Sebuah harapan yang dilemparkan kepada orang lain juga dapat menjadi sebuah kata perpisahan dan digunakan untuk menutup pembicaraan. Selain itu, kalimat ini juga tergolong sebagai kalimat yang cukup sopan, terlebih kepada orang yang belum terlalu dekat dan akrab dengan kita.

          Kita biasanya menggunakan kalimat ini kepada rekan kerja, atau kenalan yang lain, atau juga bisa kepada pelayan di restoran. Arti harafiah dari kalimat ini adalah “Semoga kamu memiliki hari yang indah!”

 

  1. I look forward to our next meeting

          Kalimat ini adalah kalimat yang sangat formal dan sangat sopan untuk digunakan kepada rekan kerja, terlebih apabila kita akan terus menerus bertemu dengan mereka untuk urusan bisnis dan keperluan formal lainnya.

          Kalimat ini mengekspresikan bahwa walaupun kamu mengucapkan selamat tinggal dan harus pergi sekarang, kamu menunggu-nunggu pertemuan berikutnya dan hal itu memberikan kesan bahw kamu menyukainya sebagai rekan bisnis atau sebagai lawan bicara.

          Arti harafiah dari kalimat ini adalah “Saya menunggu nunggu pertemuan kita berikutnya.”

  1. It was nice to see you again !

          Ketika kita bertemu dengan seseorang kita seringkali mengucapkan “It is nice to see you!” jadi ketika kita mengucapkan selamat tinggal, kita harus mengubah to be dengan was karena pertemuan it telah berlalu dan kamu akan segera pergi.

          Kamu bisa menggunakan kalimat ini kepada teman lama atau teman yang belum terlalu akrab dan dekat denganmu, karena aura yang dibawakan dari kalimat ini adalah sopan dan sangat menyenangkan.

 

  1. Goodnight

          Ucapan selamat tinggal dapat diucapkan pada saat malam, ketika kita sedang berbicara secara baik verbal maupun non verbal, kita akan mengucapkan selamat tinggal.

          Apabila kita bosan dengan mengucapkan “goodbye”, kita bisa mengucapkan “goodnight” karena itu mengindikasikan bahwa hari telah berakhir dan kamu berharap lawan bicara akan mendapatkan tidur yang nyenyak setelah hari yang panjang.

 

  1. Peace out!

          Kata kata atau ungkapan ini hanya dapat digunakan kepada teman dekat kita; harap diingat bahwa kalimat ini tidak memiliki arti harafiah di dalam bahasa Indonesia, tetapi memiliki makna kurang lebih mendoakan agar lawan bicara kita dapat mendapatkan kebahagiaan.

          Ungkapan ini sering digunakan pada era 1990, jadi mungkin akan terkesan sangat tua apabila kamu menggunakan kalimat ini sekarang, namun orang-orang masih akan mengerti maksud kamu dan tidak akan bosan dengan ucapan “goodbye” yang terlalu biasa itu.

 

  1. I gotta hit the road.

          Secara harafiah, kalimat ini berarti “Saya akan memukul jalanan”, dan tentu saja makna sebenarnya dari kalimat ini bukanlah hal tersebut.

          Kalimat ini merupakan kalimat slang dari kalimat formal “I’ve got to get going”, sehingga ekspresi ini dapat kamu berikan kepada teman baikmu dan bukan kepada rekan kerja, karena akan sangat terkesan tidak professional dan lawan bicaramu dapat menyangka bahwa kamu bukanlah orang yang sopan.

  1. Rasa penasaran untuk mengetahui atau mencari pengetahuan yang baru

          Rasa penasaran dengan rasa atau kondisi seperti ini adalah rasa penasaran yang positif dan seringkali datang dari orang yang mau terus menerus belajar.

          Beberapa contohnya dapat diaplikasikan ke siswa atau ke orang lur negeri yang sedang berlibur di Indonesia misalnya, merasakan rasa penasaran akan budaya sebuah negara, dan ini adalah rasa penasaran yang positif.

          Beberapa kata yang dapat digunakan untuk mewakilkan perasaan ini adalah:

  1. Questioning

              Secara harafiah berarti mempertanyakan, namun berada di dalam konteks yang positif dan bukan yang negatif. Adapun cara penggunaannya di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

            “She keeps questioning why the earth is round and she’s been asking a lot of teachers about it. She can’t have the answer she wants.”

     (Dia terus questioning kenapa bumi berbentuk bulat, dan dia sudah terus menerus menanyakan hal itu kepada banyak guru. Dia tidak pernah puas dan tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.)

  1. Investigate

          Investigate bisa berarti sebuah hal yang negatif, di dalam konteks penasaran. Tetapi mayoritas orang yang menggunakan ini adalah orang yang ingin mencari tau sesuatu, biasanya berputar sekitar fakta dan pengetahuan umum yang ingin digali secara terus menerus.

          Adapun cara penggunaan di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

     “She’s investigating if spiders has paws like what they always denied. She’s been spending a lot of time in the laboratorium.”

     (Dia sedang investigate apakah laba laba memiliki tangan karena selalu dikatakan bahwa mereka tidak punya. Dia sudah menghabiskan waktu yang cukup panjang dan lama di dalam laboratorium.)

  1. Inquiring

              Inquiring adalah sebuah kata sifat atau termasuk dalam kategori “adjective”, digunakan untuk menggambarkan sebuah aktivitas atau kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mencari tau tentang sesuatu dan tidak akan puas sebelum mendapatkan jawaban tersebut.

          Seringkali digunakan untuk menggambarkan mereka yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan, mayoritas pertanyaan adalah berkonotasi positif dengan tujuan menambah pengetahuan dan pengalaman.

          Adapun cara penggunaan kalimat ini adalah:

“He has an inquiring mind.”

(Dia memiliki pikiran yang inquiring.)

 

  1. Rasa penasaran yang negatif karena ingin mengetahui urusan orang lain.

     Rasa penasaran ini termasuk dalam rasa penasaran yang negatif, karena keinginan atau penasaran yang timbul bukan karena ingin mengetahui sesuatu yang positif, tetapi kebanyakan alasan karena ingin mempunyai gosip dan melakukan gosip dengan orang lain tentang orang lain.

     Kata yang dapat menggantikan kata “curious” di dalam konteks ini adalah :

  1. Nosy

     Nosy adalah kata yang berarti “kepo” di dalam bahasa Indonesia, misalnya seseorang yang terus bertanya kapan kita akan menikah dan seseorang yang terus memberikan kritik kepada hidup kita tanpa mau mengenal kita, dan mereka terus bertanya akan hal-hal yang bukan merupakan urusan atau apa yang perlu mereka ketahui.

     Adapun cara penggunaannya di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

              “She keeps asking me about my husband and I if we want to have babies. She’s so nosy.”

              (Dia terus bertanya tentang apakah saya dan suami saya akan memiliki bayi. Dia sangat nosy.)

 

  1. Snoopy

     Kurang lebih memiliki arti yang sama dengan nosy, snoopy adalah kata sifat yang menggambarkan orang-orang yang terus menerus hadir di kehidupan orang lain dan terus menerus memberikan komentar, mayoritas tidak membangun dan malah menjatuhkan.

     Biasanya hal ini berlaku dan terjadi di area keluarga, ketika seseorang terus diganggu kapan akan menikah, misalnya.

     Adapun cara penggunaannya di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

              “I told her I don’t have a boyfriend and I want to live alone. She’s so snoopy.”

              (Saya beritahu dia bahwa saya tidak punya pacar dan saya mau hidup sendiri. Dia sangat snoopy.)

 

 

  1. Investigate

          Selain memiliki konotasi yang positif, investigate juga memiliki arti yang negatif.Hal ini sama ketika seseorang ingin menggali hal tentang orang lain dan terus menanyakan hal tersebut.

          Aktivitas yang terus bertanya akan sesuatu yang bukan urusan mereka adalah penggambaran dari kata “investigate” di dalam konotasi yang negatif.

          Adapun cara penggunaannya di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

“I can’t believe he did that. He actually talked to my mom to investigate whether or not I like him.”

(Saya tidak percaya dia melakukan itu. Dia berbicara dengan ibu saya dan melakukan investigate apakah saya menyukai dia atau tidak.)

  1. “You must be kidding” atau “you have got to be kidding”

Bermakna tidak percaya atau terkejut dengan apa yang dilontarkan oleh lawan bicara.

 

  1. “At odds”

Hal ini mengacu pada pendapat para seseorang atau sesuatu, dengan ungkapan yang sedikit lebih formal.

Contoh:

  • Mary is always at odds with her father about how late she can stay out.
  • John and his father are always at odds over what to watch on TV.

 

  1. “Take issue with…”

Ini juga ungkapan formal untuk menyampaikan ketidaksetujuan tentang sesuatu atau ketika ada yang diperdebatkan.

Contoh:

  • I heard your last statement and I have to take issue with
  • Tom took issue with Maggie about the cost of the house.
  • I have to take issue with the last statement you made.

 

  1. “I beg to differ.” Atau “I beg to disagree”

Ungkapan yang sangat sopan menyampaikan ketidaksetujuan.

Contoh:

  • “I’m sorry, Headmaster, but I beg to disagree. Students at this school should have more access to financial aid and scholarships, not less.”
  • “He thinks that the evening was a disaster, but I beg to disagree. I saw plenty of guests enjoying themselves!”
  1. “I don’t think so.”
  2. “No way.”
  3. “I’m afraid I’m disagree.”
  4. “No, I’m not so sure about that.”

          Phrases for expressing disagreement

 

Selanjutnya adalah daftar frasa/ kata-kata yang menunjukkan ketidaksetujuan, yaitu :

 

  1. Battle of wills

Konflik, argumen atau perdebatan saat kedua pihak sama-sama ingin menang.

          Contohnya dalam kalimat:

  • “When they separated, neither party would make concessions – it was a battle of wills.”

 

  1. Battle lines are drawn

          Ekspresi ini digunakan untuk menyebut bahwa pihak lawan sudah siap memberikan argumen yang mendasari konflik.

          Contohnya:

  • “The battle lines have been drawn between those who accept the changes and those who are against the proposed reforms.”

 

  1. Bone of contention

          Sebuah subjek atau isu yang sarat dengan ketidaksetujuan.

          Contoh:

  • “The salaries have been agreed on, but opening on Sundays is still a bone of contention.”

 

  1. Dead set against

          Frasa di atas menunjukkan kondisi terang-terangan menolak sesuatu.

          Contohnya:

  • “My father wanted a dog, but my mother was dead set against the idea.”

 

  1. Go against the tide/ stream

          Istilah berikut ini mengacu pada kondisi menolak dengan suara kebanyakan atau opini yang sedang populer dari orang lain.

          Contohnya:

  • “Bill can be difficult to work with; he constantly goes against the tide.”

 

  1. Nothing doing!

          Frasa yang menunjukkan tidak ada kemungkinan sekecil apapun untuk menerima ide yang diusulkan.

          Contoh:

  • “Work on Sunday? Nothing doing!”

 

  1. Pick holes

Kondisi saat seseorang terus menerus mengkritisi atau mencari kesalahan dari setiap rencana atau ide.

          Contoh:

  • “Why don’t you make a suggestion instead of picking holes in all my ideas!”

 

  1. Over my dead body!

Ekspresi ini digunakan oleh seseorang yang terang-terangan menolak keinginan seseorang.

          Contoh:

  • “Mum, can I get my nose pierced?” “Over my dead body!”

 

  1. Skating on thin ice

Saat frasa ini disebut, artinya ada seseorang yang melakukan atau mengatakan sesuatu yang berpotensi memicu ketidaksetujuan atau masalah.

          Contoh:

  • “Don’t mention that subject during the negotiations, or you could be skating on thin ice.”

 

  1. Split hairs

Frasa ini akan muncul saat seseorang terlalu fokus pada perbedaan yang tidak terlalu penting.

          Contoh dalam kalimat:

  • “If we start splitting hairs, we will never reach an agreement.”

 

  1. Argue the toss

Frasa yang bermakna menolak keputusan atau pilihan yang sudah terlebih dahulu disepakati sebelumnya.

          Contoh:

  • “The final choice was made yesterday, so don’t argue the toss now!”

 

  1. Agree to differ

Frasa ini digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua belah pihak yang sepakat atas perbedaan pendapat atas sebuah isu tertentu.

Kondisi ini dicapai ketika kedua pihak tidak lagi menemukan titik temu dan menerima posisi satu sama lain yang berlawanan.

 

          Contoh:

  • “After their discussion about politics intensified, Fred and Sue had to agree to differ before it impacted their friendship.”
  • “I’m sick of arguing with you, so let’s just agree to differ and move on from this issue.”

            Beberapa contoh idiom dan frasa di atas memiliki tema yang sama, yaitu menyampaikan rasa tidak setuju atau penolakan atas sebuah gagasan tertentu.

Berikut beberapa frase / kalimat yang menyatakan setuju:

  • I agree (Saya setuju)
  • I agree with you (Saya setuju dengan kamu)
  • That’s so true (Itu benar sekali)
  • Exactly (Tepat sekali, persis)
  • Indeed (Memang, tentu saja)
  • Absolutely (Benar)
  • Correct (Tepat)
  • Right (Benar)
  • True (Benar, nyata)
  • Perfect (Sempurna)
  • No doubt (Tidak diragukan lagi)
  • I am with you (Saya sependapat dengan kamu)
  • (I have) no doubt about it (Saya tidak tidak punya keraguan mengenai hal itu )
  • You’re absolutely right (Kamu benar sekali)
  • That’s exactly how I feel. (Tepat seperti itu lah yang saya rasakan)
  • My point exactly (Persis seperti maksud saya)
  • I have to side with you on this one (Saya harus berpihak pada kamu untuk yang satu ini)
  • You have a point there (Kamu ada benarnya di situ/tentang itu)
  • I was just going to say that (Saya baru akan mengatakan itu)
  • You took the words right out of my mouth (Kamu mengatakan hal yang ingin saya katakan, saya setuju)
  • You spoke my mind (Kamu mengatakan apa yang saya pikirkan)
  • I can’t agree more (Saya tidak bisa lebih setuju lagi – sangat setuju)
  • I couldn’t agree less (Saya tidak bisa tidak lebih setuju)
  • Well said (Baik sekali, setuju)
  • I second that (Saya mendukung hal itu)
  • I know (Saya setuju, benar)
  • Amen to that (Saya setuju dengan itu)
  • Me either (Aku pun demikian)
  • Me neither (Aku pun tidak demikian – untuk menyetujui pernyataan negatif)
  • I guess so (Saya kira begitu/saya rasa begitu – persetujuan lemah)
  • I think so (Saya kira begitu)
  • I’ll say (Saya setuju)
  • Same here (Saya setuju, saya pun begitu)
  • Sure thing! (Saya setuju)
  • That’s about the size of it (Itu tepat sekali, itu benar)
  • That’s it (Itu benar)
  • You said it (Itu benar, saya setuju)
  • You can say that again! (Kamu benar, saya setuju)
  • You’re telling me (Itu benar, saya sependapat)
  • As you wish/as you like (Sependapat denganmu)
  • You’re on! (Setuju)
  • Hear, hear! (Setuju)
  • Precisely (Tepat sekali)
  • Isn’t it just/aren’t they just? (Benar sekali, setuju)
  • Point taken (Saya sepakat)
  • I wouldn’t say no (Ya, saya tidak bisa menolak – untuk menyetujui atau menerima tawaran)
  • I don’t mind if I do (Saya tidak bisa menolak)
  • You can’t say fairer than that (Itu tidak bisa lebih bagus – baik sekali, saya terima)
  • Put it there (Saya setuju/sepakat – ungakapan untuk mengajak berjabat tangan atas kesepakatan yang baru dibuat)

 

Contoh Percakapan

Simak juga contoh penggunaannya dalam percakapan yang menyatakan kesetujuan di bawah ini.

Dialogue I

A       :    Do you think that German is easier to learn than English? (Apakah menurutmu bahasa Jerman lebih mudah dipelajari daripada bahasa Inggris?)

B       :    I think so; but it all depends on how much we practice, isn’t it? (Aku rasa begitu, tapi semua bergantung pada seberapa banyak kita berlatih kan?)

A       :    You said that (Kamu benar)

 

Dialogue II

A       :    I find it hard to understand what Mr. Stanley explained today, let alone doing all the homework he gave (Aku kesulitan memahami apa yang Mr. Stanley jelaskan hari ini, apalagi untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah yang dia berikan)

B       :    Why so? I think it’s not that difficult. Or we can just study and do it together, what do you think? (Mengapa demikian? Aku rasa tidak sesulit itu. Atau, kita bisa belajar dan mengerjakannya bersama-sama, bagaimana menurutmu?)

A       :    I wouldn’t say no (Aku setuju)

 

Dialogue III

A       :    don’t feel really well lately, I think we’ve worked too much. It’s not healthy. (Aku merasa tidak enak badan akhir-akhir ini, aku rasa kita bekerja terlalu keras. Ini tidak sehat)

B       :    I’ll say. We need to get enough rest and do some exercise more often. (Aku setuju. Kita butuh istirahat yang cukup dan berolahraga lebih sering)

A       :    My point exactly (Persis seperti maksudku)

 

Dialogue IV

A       :    Daniel once said this movie would be boring. I couldn’t agree less. (Daniel pernah berkata bahwa film ini akan membosankan. Aku sangat setuju)

B       :    The storyline isn’t actually that bad, though. It’s just we’ve seen Reza Rahardian’s face too much that we get bored. (Jalan ceritanya sebenarnya tidak seburuk itu, sih. Hanya saja kita sudah terlalu sering melihat wajah Reza Rahardian sehingga kita jadi bosan)

A       :    True that (Itu benar)

 

Dialogue V

A       :    I don’t really like much sugar in my coffee. (Aku tidak begitu suka banyak-banyak gula dalam kopiku)

B       :    Me neither. Thank God that’s better for my diet. (Aku juga tidak. Syukurlah itu lebih baik untuk dietku)

A       :    Amen to that (Setuju)

  • Really? (Benarkah?)
  • Oh, no! (Tidak mungkin)
  • Is it? (Benarkah itu?)
  • Indeed? (Benarkah?)
  • What? (Apa-apaan?)
  • No way! (Tidak mungkin!)
  • Oh, come on! (Ayolah, yang benar saja)
  • Seriously? (Serius?)
  • For real? (Bernarkah?)
  • Nonsense (Tidak mungkin, tidak masuk akal)
  • You don’t say! (Benarkah?)
  • How come/how could? (Bagaimana bisa?)
  • I don’t believe you (Aku tidak percaya padamu)
  • I don’t trust you (Aku tidak mempercayaimu)
  • I can’t believe this (Aku tidak bisa percaya ini)
  • I can’t believe my ears/eyes (Aku tidak bisa mempercayai telingaku/mataku)
  • What did I just hear? (Apa yang baru saja aku dengar?)
  • I don’t think so (Aku rasa tidak seperti itu)
  • Is that so? (Benarkah seperti itu?)
  • That’s impossible (Itu tidak mungkin)
  • It’s unbelievable (Ini tidak bisa dipercaya)
  • It’s hard to believe (Ini sulit untuk dipercaya)
  • Are you serious? (Apakah kamu serius?)
  • You must be kidding! (Kamu pasti bercanda)
  • You’re joking, right? (Kamu bercanda, kan?)
  • You are lying, aren’t you? (Kamu sedang berbohong, kan?)
  • I don’t think that you are serious (Aku tidak mengira kamu serius)
  • Don’t be kidding (Jangan bercanda)
  • Don’t make me laugh (Jangan bercanda, jangan membuatku tertawa)
  • That must be a joke (Itu pasti hanya gurauan)
  • That’s crazy (Itu gila)
  • It must be wrong. (Itu pasti salah)
  • That has to be unreal (Itu pasti tidak nyata)
  • How could that be? (Bagaimana mungkin bisa begitu?)
  • I can’t believe it’s true (Aku tidak bisa percaya bahwa itu benar)
  • You don’t believe it, do you? (Kamu tidak mempercayai itu, kan?)
  • That’s wrong, isn’t it? (Itu salah, kan?)
  • It can’t be true. (Ini tidak mungkin benar)
  • He is not serious, is he? (Dia tidak serius, kan?)
  • What a surprise! (Benar-benar mengejutkan)
  • That can’t be (Itu tidak mungkin)
  • Is that for real? (Apakah itu sungguhan?)
  • Words fail me (Aku tidak bisa berkata-kata)
  • How can you believe that? (Bagaimana bisa kamu mempercayainya?)
  • I can’t see that (Aku tidak bisa memahaminya)
  • I can’t think of it (Aku tidak bisa memikirkannya)
  • I can’t imagine that (Aku tidak bisa membayangkannya)
  • Seeing is believing (Aku baru akan percaya setelah menyaksikannya sendiri)
  • You’re full of it (Kamu berbohong)
  • Good heavens (Bukan main!)
  • My goodness! (Astaga!)
  • What a surprise! (Itu mengejutkan)
  • That’s a surprise (Itu adalah kejutan)
  • I’m completely surprised (Aku benar-benar terkejut)
  • I never expected that (Aku tidak pernah mengira itu)

•          I didn’t have a clue about this (Aku tidak punya petunjuk akan hal ini)

  1. I like …

          Example:

          I like cooking, especially Italian dishes

          (Aku suka memasak, khususnya makanan Italia)

          I like eating popcorn while watching movies

          (Aku suka menonton film sambil makan popcorn)

          I really like Ed Sheeran’s new songs

          (Aku sangat suka lagu-lagu baru Ed Sheeran)

 

  1. I love … / I am in love with …

          Example:

          I love your new haircut

          (Aku suka potongan rambutmu yang baru)

          I love reading English novels

          (Aku senang membaca novel bahasa Inggris)

          I am in love with McD’s fried chicken

          (Aku suka ayam goreng McD)

 

  1. I adore …

          Example:

I adore Alsa’s voice so much

(Aku sangat suka suara Alsa)

I adore Bruno Mars’ music

(Aku suka musiknya Bruno Mars)

 

  1. I am keen on …

Example:

I am keen on spicy food

(Aku suka makanan pedas)

I am keen on basketball

(Aku suka basket)

  1. I am crazy/mad about …

          Example:

I am crazy about Harry Potter movies

(Aku sangat suka film Harry Potter)

I am mad about that new student

(Aku sangat suka murid baru itu)

 

  1. I prefer

          Example:

I prefer hot coffee

(Aku lebih suka kopi panas)

I prefer horror movies to romantic movies

(Aku lebih suka film horor daripada film romantic)

 

  1. I am fond of …

Example:

I am fond of Korean food, especially the spicy ones

(Aku suka makanan Korea, khususnya yang pedas)

I am fond of Adam Levine

(Aku suka dengan Adam Levine)

 

  1. I fancy …

Example:

I fancy drinking vegetable juice

(Aku suka minum jus sayuran)

I fancy your new shoes

(Aku suka sepatu barumu)

 

  1. I heart …

Example:

I heart that little girl

(Aku amat suka gadis kecil itu)

I totally heart this new song

(Aku sangat suka lagu baru ini)

  1. I enjoy …

          Example:

I enjoy going to the movies alone

(Aku menikmati/senang pergi ke bioskop sendirian)

I enjoyed the trip last week

(Aku menikmati perjalanan minggu lalu)

 

  1. I am into…

I am really into this game

(Aku sangat suka permainan ini)

I am still into that restaurant even though the food is overpriced

(Aku masih suka dengan restoran itu meskipun harga makanannya terlalu tinggi)

 

  1. I am a fan of …

I am a fan of your mom’s cooking

(Aku adalah penggemar masakan ibumu)

I am a big fan of Hayley Williams

(Aku adalah penggemar berat Hayley Williams)

 

  1. I dig …

I dig all Marvel series

(Aku suka semua serial Marvel)

I used to dig Justin Bieber when I was in middle school

(Aku dulu suka Justin Bieber ketika masih SMP)

  1. Dislike …

          Example:

I dislike romantic movies

(Aku tidak suka film romantic/percintaan)

I dislike pineapple topping on my pizza

(Aku tidak suka topping nanas untuk pizza saya)

 

  1. Don’t like …

Example:

I don’t like drinking iced tea

(Aku tidak suka minum es teh)

I don’t like boys who are smoking

(Aku tidak suka laki-laki yang merokok)

I don’t like driving alone

(Aku tidak suka berkendara sendirian)

 

  1. I can’t stand …

          Example:

I can’t stand spoiled kids

(Aku tidak tahan/tidak suka dengan anak-anak manja)

I can’t stand Bollywood movies

(Aku tidak tahan dengan film Bollywood)

I can’t stand being left home alone

(Aku tidak tahan ditinggal di rumah sendirian)

 

  1. I abhor …

Example:

I abhor cigarette smoke

(Aku benci/tidak suka dengan asap rokok)

I abhor corruptors

(Aku benci para koruptor)

I abhor irresponsible people

(Aku benci orang-orang yang tidak bertanggung jawab)

 

  1. I detest

Example:

I detest bitter vegetables

(Aku benci/sangat tidak suka terhadap sayuran pahit)

I detest living in a dirty environment

(Aku benci tinggal di lingkungan kotor)

I detest insects like cockroach

(Aku benci serangga seperti kecoa)

 

  1. I loathe …

Example:

I loathe mosquito bites

(Aku benci/sangat tidak suka gigitan nyamuk)

I loathe political talks in a lecture

(Aku benci pembicaraan politik saat kuliah)

I loathe animals with wet, slippery skin like frogs and worms

(Aku benci binatang berkulit basah dan licin seperti katak dan cacing)

 

  1. I hate …

Example:

I hate loud music, it hurts my ear

(Aku benci suara musik keras, itu membuat telingaku sakit)

I hate seeing nonchalant people

(Aku benci melihat orang-orang yang acuh-tak-acuh)

I hate to wait for slow people

(Aku benci menunggu orang-orang yang lamban)

Atau, kita bisa juga menyatakan rasa tidak suka atau ketidaktertarikan dengan mengubah ungkapan yang menunjukkan kesukaan dalam bentuk negatif; contohnya:

I am not a fan of Katy Perry

(Aku bukan penggemar Katy Perry)

I don’t dig Korean dramas

(Aku tidak suka drama Korea)

I don’t fancy Android phones

(Aku tidak suka ponsel Android)

  1. Formal
  • Yes, I am. / Yes, that’s me. (Iya, itu aku.)

              “Are you the new student?” (Apakah kau murid baru itu?)

              “Yes, that’s me. I just got transfered.” (Iya, itu aku. Aku baru saja pindah.)

 

  • Yes, I was. (Iya, dulu aku begitu.)

              “Weren’t you shorter then?” (Bukankah kau lebih pendek dulu?)

     “Yes, I was.” (Iya, dulu aku begitu.)

 

  • It’s right / That’s right. (Itu benar.)

     “So your mom is the new teacher?” (Jadi Ibumu adalah guru baru itu?)

     “That’s right.” (Itu benar.)

 

  • You’re absolutely right. (Anda sangat benar.)

     “I think you should change your diet.” (Menurutku kau harus mengubah dietmu.)

     “You’re absolutely right. I keep getting fatter” (Kau sangat benar. Aku tetap menggemuk.)

 

  • Absolutely (Jelas saja.)

     “Do you think global warming is real?” (Apakah menurutmu pemanasan global itu nyata?)

     “Absolutely.” (Jelas saja.)

 

  • Yes, you’re right. (Iya, Anda benar.)

“We should take a precaution.” (Kita sebaiknya melakukan pencegahan.)

“Yes, you’re right.” (Iya, Anda benar.)

 

  1. Informal
  • Alright, it’s true. (Baiklah, itu benar.)

              “Just admit it!” (Akui sajalah!)

              “Alright, it’s true.” (Baiklah, itu benar.)

 

  • I can’t say that’s wrong. (Aku tidak bisa bilang itu salah.)

               thought you said you love me.” (Kukira kau bilang kau mencintaiku.)

               can’t say that’s wrong.” (Aku tidak bisa bilang itu salah.)

 

  • You got me. (Kau benar.)

“Did you ate my cake?” (Apa kau memakan kue milikku?)

“You got me.” (Kau benar.)

  • Yes, that’s it. (Iya, begitu.)

“In other words, you’re running away.” (Dalam kata lain, kau kabur.)

“Yes, that’s it.” (Iya, begitu.)

 

 

Denying a Fact ( Menyangkal Fakta )

 

  1. Formal
  • No, I am not. / No, that’s not me. (Tidak, itu bukan aku.)

              “Is this Mr. Stewart?” (Apakah ini dengan Tuan Stewart?)

              “No, that’s not me.” (Tidak, itu bukan aku.)

 

  • It’s not right / That’s not right. (Itu tidak benar.)

              “Isn’t it the true meaning of love?” (Bukankah ini arti cinta sesungguhnya?)

              “It’s not right.” (Itu tidak benar.)

 

  • That’s not the real fact. (Itu bukan fakta sebenarnya.)

“I hate you!” (Aku benci kau!)

“But, that’s not the real fact, isn’t it?” (Namun, itu bukan fakta sebenarnya, bukan?)

 

  • That’s wrong. (Itu salah.)

“Is my answer correct?” (Apakah jawabanku benar?)

“No, that’s wrong.” (Tidak, itu salah.)

 

  • Absolutely not. (Jelas saja tidak.)

              o you believe in ghosts?” (Apa kau percaya setan?)

              bsolutely not.” (Jelas saja tidak.)

 

  • I’m afraid that’s wrong (Sayangnya itu salah.)

              “Words are better than actions.” (Kata-kata lebih baik daripada aksi.)

              “I’m afraid that’s wrong.” (Sayangnya itu salah.)

 

 

  1. Informal
  • No, I swear! I’m not lying! (Tidak, aku bersumpah! Aku tidak berbohong!)

“Stop lying to me! I know you’re cheating on me!” (Berhenti berbohong kepadaku! Aku tahu kau selingkuh dariku!)

“No, i swear! I’m not lying!” (Tidak, aku bersumpah! Aku tidak berbohong!)

 

  • That’s definitely false! (Itu jelas salah!)

  “I suppose all we can do now is just wait and see.” (Sepertinya kita hanya bisa menunggu sekarang.)

  “That’s definitely false! We should do something to help!” (Itu jelas salah! Kita sebaiknya melakukan sesuatu untuk membantu!)

 

  • You got that wrong! (Kau salah!)

“I saw you going out with another girl. Is that your girlfriend?” (Aku melihat kau pergi bersama gadis lain. Apakah itu pacar barumu?)

“You got that wrong! She’s my sister.” (Kau salah! Dia adikku.)

 

  • That’s not it. (Bukan begitu.)

              “Do you really hate me now?” (Apa kau sungguh membenciku sekarang?)

              “That’s not it.” (Bukan begitu.)

  1. Formal
  • There is no doubt about it. (Tidak ada keraguan tentang hal itu.)
  • I completely / absolutely agree with you. (Saya sangat setuju dengan Anda.)
  • I agree with you entirely. (Saya setuju dengan Anda sepenuhnya.)
  • I simply must agree with that. (Saya harus setuju dengan hal itu.)
  • I am of the same opinion. (Saya memiliki pendapat yang sama.)
  • You’re absolutely right. (Anda sangat benar.)
  • I’m afraid I agree with (someone). (Sepertinya saya setuju dengan (seseorang).)
  • I have to side with (someone) on this one. (Saya harus berpihak pada (seseorang) dalam hal ini.)
  • You have a point there. (Anda memiliki poin yang benar dalam hal itu.)

 

  1. Informal
  • I totally agree with you. (Aku setuju sekali denganmu.)
  • That’s exactly what I think. (Itu tepat seperti apa yang kupikirkan.)
  • I agree with you 100 percent. (Aku setuju denganmu 100 persen.)
  • I couldn’t agree with you more. (Aku sangat setuju denganmu.)
  • That’s so true. (Itu benar sekali.)
  • That’s for sure. (Pastinya.)
  • Tell me about it! (Iya, kan!)
  • Absolutely (Tentu saja.)
  • That’s exactly how I feel. (Itu tepat seperti apa yang kurasakan.)
  • Exactly (Tepat sekali.)
  • No doubt about it. (Tidak ada keraguan tentang itu.)
  • Me neither. (Aku juga tidak. (Setuju dengan pernyataan negatif))
  • I suppose so./I guess so. (Sepertinya begitu.)
  • I was just going to say that. (Aku baru saja akan mengatakan itu.)

 

Disagreement (Ketidaksetujuan)

 

  1. Formal
  • I don’t agree with you. (Saya tidak setuju dengan Anda.)
  • I’m sorry, but I disagree. (Maaf, namun saya harus tidak setuju.)
  • I’m afraid, I can’t agree with you. (Sepertinya saya tidak dapat setuju dengan Anda.)
  • The problem is that… (Masalahnya adalah…)
  • I (very much) doubt whether… (Saya sangat meragukan apakah…)
  • This is in complete contradiction to… (Ini sangat berkontradiksi dengan…)
  • With all due respect, I can’t agree to that. (Dengan segala hormat, saya tidak bisa setuju dengan itu.)
  • I am of a different opinion because… (Saya memiliki pendapat yang berbeda karena…)
  • I cannot share this / that / the view. (Saya tidak bisa berpendapat / berpikiran seperti itu.)
  • I cannot agree with this idea. (Saya tidak bisa setuju dengan ide ini.)
  • What I object to is… (Yang saya tidak setujui adalah…)
  • I have my own thoughts about that. (Saya punya pikiran saya sendiri mengenai hal tersebut.)
  • I’m afraid I’ll have to (Sepertinya saya harus tidak setuju.)
  • I beg to differ. (Saya tidak setuju.)

 

  1. Informal
  • I don’t think so. (Menurutku tidak begitu.)
  • No way. (Tidak mungkin.)
  • I totally disagree. (Aku sangat tidak setuju.)
  • I’d say the exact opposite. (Menurutku justru sebaliknya.)
  • Not necessarily. (Tidak tentu begitu.)
  • That’s not always true. (Itu tidak selalu benar.)
  • That’s not always the case. (Tidak selalu seperti itu.)
  • No, I’m not so sure about that. (Tidak, aku tidak terlalu yakin dengan itu.)
  • Not really. (Tidak juga.)

 

Setelah mengetahui kalimat yang dapat digunakan untuk menyatakan setuju ataupun tidak setuju, mari lihat seperti apa Anda bisa menggunakan kalimat-kalimat tersebut.

 

  • “I’m afraid I agree with Obama on his infrastructure plans.” (Sepertinya aku harus setuju dengan Obama tentang rencana infrastrukturnya.)

 

  • “I very much doubt whether I would ever need your assistance.” (Aku sangat meragukan apakah aku akan membutuhkan bantuanmu.)

 

            •          “This is in complete contradiction to what I really think about religion.” (Ini sangat berkontradiksi dengan apa yang aku pikirkan mengenai agama.)

Ungkapan Kepuasan (Satisfaction)

  • I really like the way my hair stylist does my hair. It’s very cute and elegant.

     (Aku sangat suka cara penata rambutku mengatur rambutku. Gayanya sangat imut dan elegan.)

 

  • I’m completely satisfied with their achievement. They have passed through the hard time and able to keep the business values.

     (Aku sangat puas dengan pencapaian mereka. Mereka sudah melalui masa-masa sulit dan dapat menjaga nilai-nilai usaha.)

 

  • It was satisfactory seeing your students has become successful people now. It feels like you have accomplish the most beautiful thing in this world.

     (Sangat memuaskan melihat siswa-siwamu telah menjadi orang-orang sukses sekarang. Rasanya seperti kamu telah mencapai hal yang paling indah di dunia ini.)

 

  • I’m happy enough with the little home I have. It is better than living in my parent’s house. I want to run my own house and family.

     (Aku cukup bahagia dengan rumah kecil yang kupunya. Itu lebih baik daripada hidup di rumah orangtuaku. Aku ingin mengatur rumah dan keluargaku sendiri.)

 

  • Everything is just perfect as I want it to be. I think I will enjoy living in this beautiful house.

     (Semua sempurna seperti yang kuinginkan. Sepertinya aku akan menikmati hidup dalam rumah indah ini.)

  • It is with great pleasure that I can go to National Palace and meet Mr. President.

     (Sangat menyenangkan aku bisa pergi ke Istana Negara dan bertemu dengan Pak Presiden.)

 

  • A most delightful example of a great husband is seeing him cooking for you while you are sick or so weak due to your 8-month pregnancy.

     (Contoh yang paling menyenangkan dari seorang suami yang luar biasa adalah melihatnya memasak untukmu ketika kamu sedang sakit atau sangat lemah karena kehamilanmu yang sudah 8 bulan.)

 

  • I’m content with any foods that my wife serves me. She puts all the efforts and her heart into these foods. I cannot let her down by not eating all of them.

     (Aku puas dengan segala makanan yang istriku sajikan. Dia sudah berusaha keras dan memasak makana ini dengan hatinya. Aku tidak boleh mengecewakannya dengan tidak memakan semuanya.)

 

  • The result is okay. Not bad. (Hasilnya oke. Tidak buruk.)

 

 

Ungkapan ketidakpuasan (dissatisfaction)

  • I am so disappointed with the service of my internet service provider. They charge so high, but their service is so low. I definitely will not recommend this to any of my friend, they are big company, though.

     (Aku sangat kecewa dengan layanan penyedia layana internetku. Mereka memasang harga sangat tinggi, tapi layanan mereka sangat rendah. Aku tidak akan menyarankan untuk menggunakan layanan provider ini pada temanku, walaupun itu adalah perusahaan besar.)

 

  • I am dissatisfied with the service of my SIM card provider. They take my credit without my concern. It was just the same with the previous provider that charges so high for few data package. The only good thing about the latter is that its towers stand in almost every area in this country.

     (Aku kecewa dengan layanan penyedia kartu SIM-ku. Mereka mengambil pulsa tanpa seizinku. Sama seperti penyedia sebelumnya yang mematok harga tinggi untuk paket data sedikit saja. Satu-satunya hal yang baik dari penyedia yang kedua adalah towernya berada di hampir seluruh daerah di negara ini.)

 

  • This is the limit I won’t take any more of the skin clinic. It only sells products and not the service. The service is so low and it is worsened with the fact that their doctors are not so talented. It feels like they just rob customers’ money.

     (Ini batas yang tidak bisa aku terima dari klinik kulit itu. Dia hanya menjual produk dan bukan layanan. Layanannnya sangat rendah dan diperparah dengan dokter mereka yang tidak begitu ahli. Rasanya mereka hanya merampok uang pelanggan.)

 

 

 

  • Well, your behavior is the most unsatisfactory.

     (Kelakuanmu sangat tidak memuaskan.)

 

  • It’s frustrating explaining the same thing over and over again.

     (Sangat memuakkan menjelaskan hal yang sama berulang kali.)

 

  • Being late to the office is unacceptable.

     (Terlambat ke kantor itu tidak bisa diterima.)

 

  • It is annoying seeing a student does not understand anything you explain because s/he does not pay attention.

            (Memuakkan melihat seorang siswa tidak paham apapun yang kau jelaskan karena dia tidak memperhatikan.)

Ungkapan mengutarakan permintaan

  • Would you help me for a moment, please? I cannot move these bags alone because those are really heavy. But it’s okay if you are so busy. I don’t want to be such a burden.

     (Apa Anda bisa membantu saya sebentar? Saya tidak bisa memindahkan tas-tas ini sendirian karena sangat berat. Tapi tidak apa-apa jika Anda sangat sibuk. Saya tidak ingin menjadi beban.)

 

  • Would it be possible for you to take care of my son while I am away? It’s just 3 days. When I come back, I will directly fetch him. But of course, if you don’t mind.

     (Apa kamu mau menjaga anakku ketika aku pergi? Hanya tiga hari. Ketika aku kembali, aku akan langsung menjemputnya. Tapi tentu saja jika kamu tidak keberatan.)

 

  • Would you mind if I borrow your pen for Selena? She tries to do it by herself but she is too shy.

     (Apa kamu keberata jika aku meminjam bolpenmu untuk Selena? Dia ingin meminjamnya sendiri tapi tidak terlalu malu.)

 

  • Could I ask you to send my girls to school? It was just the same way as your office and I hope you don’t mind.

     (Apa aku bisa meminta Anda mengantar anak-anak perempuan saya ke sekolah? Sekolahnya sejalur dengan arah ke kantor Anda dan saya harap Anda tidak keberatan.)

 

  • Could you please be silent? There are some of our friends still taking the test.

     (Apa kamu bisa diam? Beberapa teman kita ada yang masih mengerjakan tes.)

 

  • Erase all the doodles, please. I lend this book for you to read not to be written off.

     (Tolong hapus coretan-coretannya. Aku meminjamkan buku ini padamu untuk dibaca bukan untuk dicorat-coret.)

 

  • Can I have my book now? I need it for the report, too.

     (Apa aku bisa mengambil bukuku sekarang? Aku juga butuh untuk membuat laporan.)

 

  • Can you open the door for me? My hands are full.

     (Apa kamu bisa membuka pintu itu untukku? Tanganku penuh barang.

 

Ungkapan memenuhi permintaan

  • With pleasure.

     (Dengan senang hati.)

  • I will make sure she is safe with me.

     (Baik. Saya akan memastikan dia baik-baik saja dengan saya.)

  • I should be delighted to send them. I love seeing kids going to school.

     (Aku sangat senang mengantar mereka. Aku senang melihat anak-anak pergi ke sekolah.)

  • By all means. I will make her happy.

     (Dengan segenap jiwa. Saya akan membuatnya bahagia.)

  • I will happily help you get ready.

     (Aku akan senang membantumu bersiap-siap.)

  • No, problem.

     (Tidak masalah.)

  • I should be most happy seeing you happy as your kids receive their parcel.

     (Aku sangat senang melihatmu bahagia begitu anak-anakmu menerima parselnya.)

 

Ungkapan menolak permintaan

  • I’m sorry. You have to be a Premium Member to be able to unlock all of the features.

     (Maaf. Anda harus menjadi Member Premium untuk bisa menggunakan semua fiturnya.)

  • I’m sorry. I’m in a rush right now. I cannot wait any longer. She should have come on time.

     (Maaf. Aku buru-buru sekarang. Aku tidak bisa menunggu lama. Dia harusnya datang tepat waktu.)

  • We cannot provide the product because all requirements and specifications you mentioned exceeds our capability.

     (Kami tidak bisa menyediakan barangnya karena semua syarat dan spesifikasi yang Anda sebutkan melebihi kemampuan kami.)

  • You should follow the rules. If you break the rules, we cannot allow you to get in.

     (Anda harus mengikuti aturan. Jika Anda melanggar aturan, kami tidak bisa mengizinkan Anda masuk.)

  • I cannot finish it right now as I have already had so many tasks at hand.

     (Aku tidak bisa menyelesaikannya sekarang karena sekarang aku sedang ada banyak tugas.)

  • I cannot provide you with great details, but I hope the explanation can give you some insights.

     (Saya tidak bisa menjelaskan banyak hal pada Anda, tetapi saya harap penjelasan saya barusan bisa memberikan pandangan pada Anda.)

  • I understand your situation. But we are in a traffic jam. Rushing just makes things worse.

            (Aku paham keadaanmu. Tapi kita sedang terkena macet. Terburu-buru malah akan membuat semuanya semakin kacau.)

Ungkapan rasa sakit (pain)

  • It was very painful to see my best friend moved out of town. I couldn’t stand the first week without crying for her and she did, too. It hurt so much.

     (Sangat menyakitkan melihat sahabatku pindah keluar kota. Aku tidak bisa menahan diri di minggu pertama tanpa menangisinya dan dia juga begitu. Ini sangat menyiksa.)

 

  • He fell from a tree in Mr. McDonald’s garden after attempting to steal some fruits. He got some bruises and his back was in pain. I think the pain hurt him very much.

(Dia jatuh dari pohon di kebun Tuan McDonald setelah mencoba mencuri beberapa buah. Dia mendapatkan luka memar dan punggungnya sakit. Sepertinya sakit itu sangat menyiksanya.)

 

  • Ouch! That hurts! Don’t touch me like that.

     (Aw! Sakit! Jangan menyentuhku seperti itu.)

 

  • It hurts him so much knowing the fact that he losing to his nemesis for the first time.

     (Dia sangat sakit mengetahui fakta bahwa dia kalah dari musuh bebuyutannya untuk pertama kali.)

 

  • Oh, this abundant job is killing me.

     (Oh, pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk ini membunuhku.)

     Ungkapan rasa lega (relief)

 

  • It’s a relief that the construction has been done. The winter is coming. I cannot imagine what will happen if the house is covered with snow before it is finished.

(Melegakan mengetahui pembangunannya sudah selesai. Musim salju akan datang. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akant erjadi jika rumahnya terselimuti salju sebelum selesai dibangun.)

 

  • I’m very relieved to hear that he has recovered from the massive accident.

     (Aku sangat lega mendengarnya sudah sembuh dari kecelakaan besar itu.)

 

  • We are glad that he has done the job just before the deadline.

     (Kami senang dia sudah menyelesaikan pekerjaannya tepat sebelum deadline.)

 

  • It’s very relaxing to hear that she will come several days prior to the wedding so she can help with the preparation and everything.

     (Sangat menyenangkan mengetahui dia akan datang beberapa hari sebelum tanggal pernikahan sehingga dia bisa membantu persiapan dan semuanya.)

 

  • All of her family feels so relieved knowing that she and her baby safe after going through such hard labor.

(Seluruh keluarganya sangat lega mengetahui dia dan bayinya selamat setelah melalui proses persalinan yang berat.)

 

  • I never imagine that I would get my dream job in my dream company and beat many competitors. Thank God for that.

     (Aku tidak pernah mengira bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan impianku di perusahaan impian dan mengalahkan banyak pesaing. Aku sangat bersyukur karena itu.)

 

  • Thank heavens she passes the admission test. Being a student in the university has been in her dream.

(Syukurlah dia lolos tes masuk itu. Menjadi mahasiswa di universitas itu sudah menjadi impiannya.)

 

  • Whew! That was close.

     (Fyuh! Hampir saja.)

 

  • It’s great relief knowing him able to stand after falling from the racing motorcycle.

            (Sangat melegakan mengetahuinya bisa berdiri setelah jatuh dari sepeda motor balap.)

  1. Happy (Perasaan Senang)

Ketika baru saja memulai atau masih mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris, sangat penting jika Anda mengetahui sinonim suatu kata.

Seperti pada dalam bahasa Indonesia di mana senang memiliki banyak sinonim seperti bahagia, ceria, dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris juga sama.

Berikut ini adalah beberapa kata yang memiliki arti yang mirip dengan happy dalam bahasa Inggris:

  • Ecstatic (Gembira dan bersemangat)
  • Delighted (Senang hati)
  • Overwhelmed (Sangat senang)
  • Joyous (Berbahagia)
  • Exhilirated (Senang menggebu-gebu)
  • Gleeful (Ceria)
  • Perky (Ceria

Kosakata tersebut dapat digunakan dalam sebuah kalimat untuk menunjukan perasaan senang. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

  • I was delighted when I received your message. (Aku bersenang hati ketika mendapatkan pesanmu)
  • I felt overwhelmed when he proposed to me. (Aku merasa sangat senang ketika dia melamarku)
  • I am so happy to see you again! (Aku sangat senang bertemu denganmu lagi!)
  • I feel so gleeful today. (Aku merasa begitu ceria hari ini)

          Selain menggunakan kosakata yang memiliki arti yang serupa dengan happy, Anda juga bisa menggunakan beberapa kiasan atau frasa atau idiom yang memiliki arti perasaan senang juga. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

  • On cloud nine (Di awan kesembilan / begitu senang)
  • Flying high (Terbang tinggi)
  • Full of the joys of spring (Penuh kebahagiaan musim semi)
  • Grin from ear-to-ear (Tersenyum lebar)

 

  1. Sad (Perasaan Sedih)

Tidak sering dalam kehidupan sehari-hari Anda bisa merasakan kesedihan. Biasanya Anda merasa sedih akibat suatu kejadian atau perbuatan orang lain. Sama dengan perasaan senang, sedih atau sad dalam bahasa Inggris juga memiliki beberapa sinonim seperti berikut ini.

  • Depressed (Depresi)
  • Weepy (Sedih ingin menangis)
  • Down (Sedih lelah)
  • Upset (Sedih sekali)
  • Unhappy (Sedih / Tidak senang)

Kosakata tersebut dapat Anda gunakan atau masukan dalam sebuah kalimat untuk menunjukan perasaan sedih Anda. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

  • I feel weepy when my boyfriend dumped me. (Aku merasa ingin menangis ketika pacarku memutuskanku)
  • I’m so upset that my cat died this morning. (Aku merasa sedih sekali kucingku mati pagi ini)
  • You’re making me feel down. (Kau membuatku merasa sedih)
  • I’m unhappy with my relationship with him. (Aku tidak senang dengan hubunganku bersamanya)

Ada beberapa frasa atau idiom atau kiasan lainnya juga yang dapat Anda gunakan untuk menggambarkan perasaan sedih Anda. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

  • At the end of my tether (Tidak dapat menahannya lagi)
  • Grief-stricken (Sangat sedih)
  • A face like a wet weekend (Terlihat sangat sedih)
  • Crying my eyes out (Menangis kejar)
  • My heart sank (Biasanya sedih ketika mendapatkan kabar buruk)

 

  1. Angry (Perasaan Marah)

Untuk menunjukan bahwa Anda sedang merasa marah, ada beberapa kosakata yang bisa Anda gunakan. Selain angry, ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang menjadi sinonimnya dengan arti yang serupa. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

  • Annoyed (Kesal)
  • Bitter (Marah)
  • Enraged (Marah)
  • Furious (Marah sekali)
  • Irritated (Marah kesal)
  • Resentful (Penuh kebencian)

     Untuk membentuknya dalam sebuah kalimat, Anda bisa menggunakan contoh seperti berikut ini.

  • I’m so annoyed that my roommate always woke me up in the middle of the night. (Aku sangat kesal teman sekamarku selalu membangunkanku di tengah malam)
  • I was so enraged when she told me she cheated on me. (Aku sangat marah ketika dia mengatakan bahwa dia telah selingkuh)
  • He made me so resentful of him. (Dia membuatku begitu penuh kebencian terhadapnya)

Terdapat beberapa frasa atau kiasan atau idiom juga dalam bahasa Inggris yang dapat digunakan untuk menggambarkan amarah Anda. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Bite someone’s head off (to shout or snap at someone)
  • Black mood (bad mood)
  • Drive up the wall (to drive someone crazy or to be driven crazy by someone)

Itulah dia beberapa cara untuk mengekspresikan atau menggambarkan perasaan Anda. Semoga dapat membantu dalam mempelajari bahasa Inggris.

  • I don’t know (Aku tidak tahu)
  • I have no idea (Aku tidak tahu)
  • I have no clue (Aku tidak tahu)
  • I’m stumped (Aku sedang buntu)
  • I’m at a loss (Aku bingung/bimbang)
  • I can’t tell (Aku tidak bisa mengatakannya)
  • Only God knows (Hanya Tuhan yang tahu)
  • Don’t ask me (Jangan tanya aku (ini bisa terbilang kasar)
  • How should I know? (Bagaimana aku bisa tahu? → tergolong kasar, diucapkan hanya jika merasa terganggu dengan pertanyaan yang diberikan)
  • I couldn’t tell you (Aku tidak tahu – acuh tak acuh)
  • I don’t wanna know (Aku tidak mau tahu)
  • I haven’t looked at that yet. (Aku belum memeriksanya)
  • Not that I know of … (Yang kutahu … tidak seperti itu – ada keraguan)
  • Your guess is as good as mine (Tebakanmu sama sepertiku (tidak tahu lebih banyak dari yang bertanya)
  • You may/might well ask (Kamu bisa bertanya (diucapkan ketika merasa kesulitan untuk menjawab, mengalihkan pertanyaan)
  • Who can say? (Siapa yang tahu?)
  • Good question (Pertanyaan bagus (tetapi tidak bisa menjawabannya)
  • I’ll find out (Akan aku cari tahu dulu)
  • I haven’t known much about that (Aku belum tahu banyak tentang hal itu)
  • I haven’t read a lot about that (Aku belum banyak membaca tentang itu)
  • I know nothing about that (Aku tidak tahu apa-apa soal itu)
  • I never thought of it before (Aku belum pernah memikirkan itu sebelumnya)
  • I have no answer for that (Aku tidak memiliki jawaban untuk itu)

 

Untuk menanggapi pertanyaan/dalam situasi yang lebih formal

  • You know, there are some questions that we haven’t been able to answer. (Kau tahu, ada beberapa pertanyaan yang belum bisa kami jawab.)
  • That’s not my area of expertise. Perhaps (someone’s name) can shed some light on it. (Itu tidak termasuk bidang keahlianku. Barangkali (nama seseorang) bisa memberikan pencerahan.)
  • I know an expert who can certainly help you in solving this issue. (Aku kenal seorang ahli yang dapat membantu anda menyelesaikan masalah ini.)
  • Why don’t we ask (someone’s name)? (Mengapa tidak kita tanya ke – nama seseorang?)
  • That’s something we’re going to look at in our next round of experiments (Itu adalah hal yang akan kami periksa pada percobaan kami yang selanjutnya)
  • Let me double-check before getting back to you. (Biar saya pastikan dulu sebelum kembali (menginformasikan) pada anda)
  • I think that’s in my notebook (Aku rasa, itu ada di buku catatanku)
  • Let me check on that. (Biar saya periksa/pastikan dulu)
  • Good question. Let me get back to you on that. (Pertanyaan bagus. Biar saya informasikan lagi padamu nanti.)
  • I would like to research it further and get it back to you (Saya ingin menyelidiki/meneliti hal itu lebih jauh dan menginformasikan kembali padamu)
  • I don’t have that information right now, but I’ll be happy to get the answer for you (Saya tidak memiliki informasi tentang hal tersebut saat ini, tapi saya akan senang mencarikan jawaban untuk anda)
  • I’ve been wondering the same thing. Let’s find out together. (Aku sudah lama bertanya-tanya tentang hal yang sama. Mari cari jawaban bersama.)
  • That’s exactly what I was looking for to answer (Itu adalah sesuatu yang sedang ingin bisa saya jawab)
  • I have that same question (Saya memiliki pertanyaan yang sama)
  • I am not sure whether I will be able to give you the best (Saya tidak yakin apakah saya bisa memberi jawaban terbaik)
  • My best guess is… (Dugaan terbaik saya adalah…)
  • So far, what I know is… (Sejauh ini, yang saya tahu hanyalah…)
  • I am not sure if I am the best one to tell about this (Saya tidak yakin saya adalah orang terbaik untuk memberitahu tentang ini)
  • May I take a little more time to get divulged into the matter? (Bolehkah saya minta sedikit waktu lagi untuk bisa lebih tahu tentang hal tersebut?)
  • Where could I get more information about this particular topic? (Di mana saya bisa mendapat lebih banyak informasi perihal ini?)
  • Could you assist me by giving some more hints? (Bisakah anda membantu saya dengan memberi lebih banyak petunjuk?)
  • I will need more information and research… (Saya butuh lebih banyak informasi dan riset…)
  1. I intend to… (Saya bermaksud/berniat untuk…)

          Contoh:

I intend to have an interview with you (Saya bermaksud untuk melakukan wawancara dengan anda)

I intend to visit my grandma in Bali (Saya berniat mengunjungi nenek saya di Bali)

 

  1. My intention is to… (Saya berniat/bermaksud untuk…)

          Contoh:

My intention is to help her the best I can (Saya berniat untuk membantu dia sebaik yang saya bisa)

My intention is to be a diligent student so I won’t disappoint my parents (Saya bermaksud untuk menjadi murid yang rajin sehingga saya tidak akan mengecewakan kedua orang tua saya)

 

  1. I have the intention to… (Saya berniat untuk…)

          Contoh:

I have the intention to finish all the job on time (Saya berniat untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu)

I have the intention to buy my parents a new car (Saya berniat untuk membelikan orang tua saya mobil baru)

 

  1. I am going to… (Saya akan/hendak…)

Contoh:

I am going to tell you an old story of mine (Saya hendak memberi tahu padamu sebuah cerita lama dariku)

I am going to spend my money to travel around Bogor (Saya akan menghabiskan uang saya untuk bepergian ke Bogor)

 

  1. I would like to/I would love to … (Saya ingin/Saya mau…)

          Contoh:

I would like to have a conversation with your father (Saya ingin berbicara dengan ayahmu)

I would like to inform you further details about the job (Saya ingin menginformasikan kepadamu perincian lebih jauh tentang pekerjaan itu)

 

  1. I will … (Saya akan…)

Contoh:

I will leave this town and live a better life (Saya akan meninggalkan kota ini dan menjalani kehidupan yang lebih baik)

I will tell you anything you wanted to know about him (Aku akan memberi tahu kepadamu apa saja yang ingin kamu ketahui tentang dia)

 

  1. I want to … (Saya ingin…)

          Contoh:

I want to paint my walls in yellow, so my room will look brighter (Saya ingin mengecat tembok saya dengan warna kuning, sehingga kamar saya terlihat bisa lebih terang)

I want to go to the library to find some great books to read (Saya ingin pergi ke perpustakaan untuk mencari buku-buku hebat untuk dibaca)

 

  1. I am about to… (Saya akan/Saya hendak…)

          Contoh:

I am about to call her to ask what’s going on between them (Saya hendak menelepon dia untuk menanyakan apa yang sedang terjadi di antara mereka)

I am about to buy another pair of shoes for my sister (Saya akan membeli sepasang sepatu untuk saudara perempuan saya)

 

  1. I reckon I will… (Saya rasa saya akan…)

          Contoh:

I reckon I will just move out from my parent’s house and live in a flat (Saya rasa saya akan pindah saja dari rumah orang tua saya dan tinggal di apartement

I reckon I will not have any conversation with him for good (Saya rasa saya tidak akan berbincang lagi dengan dia untuk selamanya)

 

  1. I’m determined to… (Saya bertekad untuk…)

Contoh:

I’m determined to lose more weight by going on a diet (Saya bertekad untuk menurunkan berat badan dengan menjalani diet)

I am determined to do whatever is possible to make this work out (Saya bertekad untuk melakukan apa saja yang mungkin untuk membuat ini berhasil)

 

  1. I am planning to/I’m planning on… (Saya berencana untuk…)

Contoh:

I am planning to have another cat or dog as a pet (Saya berencana untuk memelihara kucing lagi atau seekor anjing)

I am planning on visiting my old friends in high school (Saya berencana mengunjungi teman-teman lama saya di SMA)

 

 

  1. I am here to… (Saya di sini untuk/akan…)

Contoh:

I am here to tell some important news you need to know (Saya di sini untuk memberitahu berita penting yang Anda harus ketahui)

I am here to help you with your new job (Saya di sini akan membantumu dengan pekerjaan barumu)

 

  1. I am thinking of… (Saya berpikiran untuk… – belum ada kepastian)

          Contoh:

I am thinking of buying him a new shirt (Saya berpikiran untuk membelikannya baju baru)

I am thinking of cooking some Italian food (Saya berpikiran untuk memasak makanan Italia)

 

  1. I hope to… (Saya berharap untuk…)

Contoh:

I hope to see him when I go there (Saya berharap untuk menemuinya ketika saya pergi ke sana)

I hope to have a baby next year (Saya berharap memiliki anak tahun depan)

 

  1. I might… (Saya mungkin akan…)

Contoh:

I might go to the university and study Chemistry (Saya mungkin akan masuk perguruan tinggi dan belajar Kimia)

I might have to tell you the truth (Saya mungkin harus memberi tahu kenyataannya padamu)

  1. See red

Ungkapan ini berarti ketika seseorang menjadi tiba tiba marah akan suatu hal, digambarkan bahwa mereka “melihat merah”, sebagai artian harafiah dari ungkapan ini.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

Be careful when you talk to him about that topic. It can make him see red. (Hati hati ketika kamu berbicara dengannya mengenai topik tersebut. Topik itu dapat membuatnya see red.)

 

  1. That’s going too far

Ketika menggunakan ungkapan ini, pembicara ingin menyatakan bahwa kejadian yang terjadi sudah berlebihan dan harus dihentikan karena mengganggu atau membuat tidak nyaman.

Sebagai contoh kejadian adalah seseorang yang terus menerus membuat malu orang lain dan hal itu dirasa keterlaluan.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

I think you need to stop teasing him. That’s going too far. (Saya rasa kamu harus berhenti mengejeknya. That’s going too far.)

 

  1. A storm is brewing

Penggunaan ungkapan ini paling sering digunakan untuk menggambarkan sebuah situasi yang dirasa akan berujung kepada pertengkaran atau hal-hal yang tidak mengenakan.

Sebagai contoh, apabila sebuah argument terus berjalan di dalam sebuah kelompok, maka pembicara dapat menggunakan ungkapan ini untuk menggambarkan bahwa kejadian yang terjadi dapat berujung pada sebuah konflik pada akhirnya apabila tidak dihentikan.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

You better talk to Kevin about it. If Kevin and Daniel meet in one place, a storm is brewing. (Kamu sebaiknya berbicara ke Kevin tentang itu. Kalau Kevin dan Daniel ada di satu tempat yang sama, a storm is brewing.)

 

  1. That’s the last straw

Pembicara menggunakan ungkapan ini sebagai toleransi terakhir ketika ada situasi yang tidak mengenakkan.

Sebagai contoh apabila pembicara merasa bahwa teman pembicara sudah melakukan sesuatu yang tidak mengenakkan berkali-kali, dan pembicara merasa hal itu perlu dihentikan, maka ungkapan ini dikatakan sebagai peringatan bahwa kejadian yang baru saja terjadi adalah toleransi terakhir dan apabila seseorang melakukan hal itu lagi, maka pembicara akan menjadi marah.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

Daniel stop the pinching! This is the last straw! (Daniel stop mencubit! This is the last straw!)

 

  1. Like a ton of bricks

Ungkapan ini sering digunakan apabila ada di dalam situasi dimana seseorang memberikan kritik. Arti yang diberikan adalah ketika seseorang mengkritik dengan tiada henti dan mungkin akan melukai perasaan seseorang karenanya.

Sebagai contoh situasi adalah ketika seorang karyawan melakukan kesalahan dan atasan dapat memberikan kritik tiada henti karena kesalahan yang dilakukan sudah keterlaluan.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

You better not mess up that documents. He will criticize you like a ton of bricks. (Kamu sebaiknya tidak mengacaukan dokumen itu. Dia akan memberikan kamu kritik like a ton of bricks.)

 

  1. Make a song and dance

Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang merasa marah atau terganggu dengan hal-hal kecil yang tidak signifikan.

Sebagai contoh situasi adalah ketika seseorang merasa terganggu dengan cara berpakaian seseorang atau bagaimana orang lain terus menerus menggunakan telepon genggamnya.

Pada intinya adalah untuk menjadi kesal dan marah karena keadaan atau situasi yang tidak signifikan dan tidak penting.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

I think you can be quiet about it because you clearly make a song and dance about how he talks. (Saya rasa kamu bisa diam saja tentang hal ini karena kamu jelas make a song and dance tentang bagaimana dia berbicara.)

 

  1. Hot under the collar

Ungkapan ini cukup umum, digunakan untuk menggambarkan seseorang yang merasa terganggu, atau marah akan suatu hal. Dapat dibilang ungkapan ini cukup sering dan umum digunakan di dalam percakapan sehari-hari.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

She really can’t stand criticism. If someone offends her ideas, she gets hot under the collar. (Dia tidak bisa menerima kritik. Apabila seseorang menghina idenya, dia menjadi hot under the collar.)

 

 

 

  1. Good riddance!

Ekspesi ini digunakan untuk menggambarkan sebuah kelegaan yang dimiliki oleh pembicara ketika mereka berhasil lepas dari sebuah keadaan yang mengganggu atau tidak mengenakan.

Sebagai contoh situasinya adalah seseorang yang mengakhiri hubungan dengan orang yang dirasa menyebalkan atau terus membuat kesal.

Salah satu contoh penggunaan ungkapan ini di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

She was really annoying about it and I’m glad I broke up. Good riddance! (Dia sangat menyebalkan mengenai hal itu, dan saya senang saya putus. Good riddance!)

  1. I think you should… (base verb + object)

     Pertama-tama, kita dapat memberi nasihat atau masukan kepada seseorang dengan mengatakan “I think you should…” yang berarti “Aku rasa kamu harus/seharusnya…”.

     Ini adalah bentuk nasihat yang mendasar dan netral untuk seseorang, dan tidak bersifat memaksa.

          Contoh:

  • I think you should consider asking for a pay rise

              (Aku rasa kamu harus mempertimbangkan untuk meminta kenaikan gaji)

  • I think you should drink more water

              (Aku rasa kamu harus minum lebih banyak air)

 

  1. Why don’t you…(base verb + object)?

     Yang kedua, kita bisa memberi nasihat kepada seseorang dengan mengatakan “Why don’t you..?” (Mengapa kamu tidak…?) untuk bentuk saran yang lebih halus. Tidak ada paksaan dalam bentuk kalimat ini, dan lawan bicara memiliki hak penuh untuk mempertimbangkan.

          Contoh:

  • Why don’t you tell her what you’ve been having in mind?

              (Kenapa kamu tidak memberitahu dia apa yang kamu pikirkan?)

  • Why don’t you wear the coat you just bought?

              (Kenapa tidak kamu pakai saja mantel yang baru kamu beli?)

 

 

  1. Have you thought about…(gerund)?

     Selanjutnya, untuk memberikan saran yang lebih halus lagi, kita dapat mengungkapkannya dengan “Have you thought about…?” (Pernahkah kamu berpikiran untuk …?). Dengan frasa ini, kita jauh dari kesan menggurui.

          Contoh:

  • Have you thought about applying for a scholarship?

               (Pernahkah kamu berpikiran untuk mendaftar beasiswa?)

  •    Have you thought about seeing a doctor?

               (Pernahkah kamu berpikiran untuk menemui dokter?)

 

  1. I don’t know if …(gerund/noun) is a good idea

     Nasihat yang kita berikan bisa juga bersifat negatif; dalam artian, masukan yang kita berikan bertentangan dengan apa yang tengah dipikirkan oleh lawan bicara kita. Hal ini sah-sah saja, dan kita bisa menyampaikannya dengan halus lewat ungkapan “I don’t know if … is a good idea” (Aku tidak tahu apakah itu adalah ide yang baik).

     Contoh:

  • I don’t know if the loan is a good idea

          (Aku tidak tahu apakah pinjaman itu adalah ide yang baik)

  • I don’t know if renting a car is a good idea

          (Aku tidak tahu apakah pinjaman itu adalah ide yang baik)

    

  1. Maybe you should try… (noun/gerund)

Apabila kita ingin menekankan suatu saran atau nasihat secara halus, kita bisa coba dengan mengatakan “Maybe you should try…” (Mungkin kamu bisa coba…)

     Contoh:

  • Maybe you should try the diet

          (Mungkin kamu bisa coba diet itu)

  • Maybe you should try updating you computer

          (Mungkin kamu bisa coba memperbaharui komputermu)

 

  1. I wouldn’t … (base verb + object)

     Kita juga bisa menggunakan frasa ini untuk menyampaikan nasihat yang bertentangan dengan apa yang sedang dipikirkan lawan bicara dalam bentuk pengandaian.

          Contoh:

  •    I wouldn’t buy a new phone if my old one could work still

     (Aku tidak akan membeli ponsel baru jika punyaku yang lama masih bisa bekerja)

  •    I wouldn’t walk to work if I were feeling unwell

               (Aku tidak akan jalan kaki menuju tempat kerja jika sedang merasa kurang sehat)

 

  1. If I were you, I would … (base verb + object)

     Untuk versi yang positif dari nomor sebelumnya, kita bisa menggunakan frasa ini.

     Contoh:

  • If I were you, I would wait for him

          (Kalau jadi kamu, aku akan menungguinya)

  • If I were you, I would let my parents know

          (Kalau jadi kamu, aku akan memberi tahu orangtuaku)

 

  1. My advice is to … (base verb + object)

     Untuk memberikan saran atau nasihat secara lebih gamblang, frase ini dapat mewakilkannya.

     Contoh:

  • My advice is to stop demanding too much from him

          (Saranku adalah berhenti menuntut terlalu banyak darinya)

  • My advice is to call the police

          (Saranku adalah menghubungi pihak kepolisian)

 

 

  1. Have you tried …? (gerund)

     Cara lain untuk memberi saran secara halus seperti halnya mengatakan “Have you thought about…?” adalah lewat frasa “Have you tried…?” (Sudahkah kamu mencoba…?).

          Contoh:

  •    Have you tried sending them an email?

               (Sudahkah kamu coba mengirim mereka email?)

  •    Have you tried visiting their website?

               (Sudahkah kamu coba mengunjungi website mereka?)

 

  1. You ought to … (base verb + object)

Selain itu, kita juga bisa menasihati seseorang dengan sedikit lebih terang-terangan, kita bisa memulai dengan mengatakan “You ought to…” (Kamu harus/seharusnya…).

Contoh:

  • You ought to tell your parents

     (Kamu seharusnya memberi tahu orangtuamu)

  • You ought to do more exercise

     (Kamu harus lebih banyak berolahraga)

 

  1. I’d recommend … (gerund/noun/that + suggestions)

Untuk memberikan nasihat berupa rekomendasi, kita bisa menggunakan frasa ini.

Contoh:

  • I’d recommend taking a part-time job

     (Aku menyarankan bekerja paruh waktu)

  • I’d recommend that you buy the black one

     (Aku menyarankan kamu membeli yang warna hitam)

 

  1. I’d suggest … (gerund/noun/that + suggestions)

          Masih dengan konotasi yang sama, kita bisa mengatakan “I’d suggest…” untuk berbagi saran dengan orang lain.

 

          Contoh:

  • I’d suggest seeing him at his office

              (Aku menyarankan untuk menemuinya di kantornya)

  • I’d suggest that you bring the keys with you

              (Aku menyarankan kamu membawa kunci-kuncinya)

error: Content is protected !!